nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diperingati Tiap Tahun, Ini Semarak May Day 2018

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 21:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 01 320 1893380 diperingati-tiap-tahun-ini-semarak-may-day-2018-DKTjkuFQJu.jpg Demo buruh di May Day. Foto: Okezone

JAKARTA - Hari ini diperingati sebagai Hari Buruh atau May Day. Para pekerja pun memanfaatkan momen spesial ini untuk menyuarakan aspirasinya.

Berbagai pekerja dengan latarbelakang beragam berbondong-bondong meramaikan jalanan ibu kota dengan harapan, aspirasi mereka sampai ke telinga pemangku kebijakan sehingga dapat direalisasikan.

Meskipun berlangsung tiap tahun, peringatan May Day memiliki keunikan tiap tahunnya. Tuntutan buruh pun beragam yang bisa menjadi cerminan kesejahteraan buruh Indonesia.

Berikut adalah fakta-fakta seputar May Day 2018 seperti dirangkum Okezone Finance, Selasa (1/5/2018).

Baca Juga: Terima Buruh di Istana, Menaker: Selamat Hari Buruh Internasional

1. 150.000 Buruh Long March dari Patung Kuda Menuju Istana Presiden

Aksi May Day dibanjiri sebanyak 150.000 buruh yang melancarkan aksinya. Para peserta aksi berkumpul di patung kuda Monas pada pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, para peserta aksi berjalan (long march) menuju istana negara hingga pukul 13.000 WIB.

Dari 150.000 yang berpartisipasi dalam long march di Jakarta, merupakan gabungan pekerja yang berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Khususnya wilayah Karawang, Purwakarta dan juga Bekasi.

Intip Aksi Buruh di Indonesia dalam Memperingati May Day 2018

 

2. Buruh "Teriakkan" Empat Tuntutan

Sebanyak 150 ribu yang berada di naungan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi dalam peringatan hari buruh sedunia atau yang biasa disebut May Day.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, dalam aksi tersebut ada tiga tuntunan utama (Tritura) yang diserukan oleh para buruh kepada Pemerintah. Tuntutan yang pertama adalah, para buruh meminta agar pemerintah menurunkan harga dan tarif kebutuhan pokok pangan.

Menurutnya, kebutuhan pokok pangan seperti beras saat ini sudah mulai menginjak harga yang tidak wajar. Selanjutnya, para buruh juga menuntut agar tarif listrik serta Bahan Bakar Minyak (BBM) diturunkan

Aksi Damai Ribuan Buruh Peringati May Day 2018

Tuntutan yang kedua adalah para buruh menolak untuk mendapatkan upah murah. Oleh karena itu, para buruh meminta kepada pemerintah untuk mencabut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

Lalu tuntutan yang terakhir adalah para buruh menolak Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk Indonesia. Menurutnya, belakangan banyak sekali TKA Asing yang memakan lahan pekerjaan kasar dari para buruh.

"Tolak TKA buruh kasar dari China . Cabut Peraturan Presiden no 20/2018 tentang TKA," ucapnya.

3. Pekerja Honorer Minta Diangkat PNS

May Day ini juga dimanfaatkan pekerja honorer di Indonesia untuk menyuarakan aspirasinya. Salah satunya adalah Dali (37 Tahun) salah seorang guru honorer SD asal Brebes, Jawa Tengah yang ikut dalam aksi May Day di Kawasan Monas pada hari ini. Dalam aksinya kali ini, Dali menuntut agar pemerintah mengangkat pegawai honorer K2 sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Aksi Damai Ribuan Buruh Peringati May Day 2018

“Saya datang dari Brebes, saya menuntut agar pemerintah mengangkat pegawai honorer K2 diangkat jadi PNS, jadi PNS harga mati,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, di Kawasan Monas, Jakarta.

Dali mengaku sudah mengabdi sebagai guru SD honorer selama kurang lebih 15 tahun (periode 2003-2018). Sedangkan penghasilannya hanya sebesar Rp500.000 per bulan.

Baca Juga: May Day, Menaker Ingin Hubungan Buruh-Pemerintah-Pengusaha Kian Harmonis

4. Giliran Outsourcing Minta Jadi Pegawai Tetap

Dalam aksi ini juga para pekerja yang notabenenya adalah pegawai outsourcing di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuntut kesejahteraan yang layak kepada pemerintah.

Dalam aksinya, para pekerja tersebut meminta agar perusahaan BUMN segera mengangkat pegawai outsourcing menjadi pegawai tetap. Bahkan, beberapa para peserta aksi meminta kepada pemerintah untuk menyamakan pegawai outsourcing BUMN layaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami pegawai BUMN meminta agar pegawai (outsourcing) diangkat menjadi PNS,” ujar salah satu orator di Kawasan Monas, Jakarta.

5. Pengemudi Ingin Pemerintah Legalkan Ojek Online

May Day juag dimanfaatkan oleh pekerja ojek online (ojol) untuk meminta kepastian hukum. Dari pantauan Okezone di lapangan, para ojek online ikut dalam rombongan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dalam aksi long march dari patung kuda menuju Istana merdeka. Namun, para rombongan sempat berhenti persis di depan Kantor Kementerian Perhubungan untuk menyuarakan aspirasinya.

Dalam aksinya, para ojek online meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk segera melakukan legalisasi terhadap ojek online. Karena selama ini, belum ada aturan khusus yang mengatur legalisasi ojek online.

"Kami teman-teman dari ojek online butuh legalisasi dari pemerintah," ucap salah seorang orator di depan Kantor Kementerian Perhubungan.

6. Buruh Diterima Menaker Hanif Dhakiri

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menerima langsung perwakilan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Pekerja Rakyat Indonesia (KPRI) di Istana Merdeka, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Hanif mengucapkan selamat Hari Buruh kepada para pekerja yang melakukan aksi di Kawasan Monas dan Istana Merdeka.

7. Cara Unik Menaker dan Kepala Staff Kepresidenan Peringati May Day

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri bersama dengan Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko ikut serta dalam merayakan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada hari ini. Namun bukan dengan cara berunjuk rasa, melainkan dengan cara menggelar acara-acara yang menghibur untuk para pekerja di Indonesia.

Aksi Damai Ribuan Buruh Peringati May Day 2018

Salah satu yang dilakukan keduanya adalah mengajak seluruh pekerja dari berbagai asosiasi buruh untuk bergoyang bersama di GOR Soemantri, Jakarta. Keduanya bahkan tak canggung untuk ikut turun ke lapangan agar bisa bergoyang langsung dengan para buruh.

Pada kesempatan pertama, Hanif dan Moeldoko mengajak para buruh untuk bergoyang Maumere yang beberapa waktu belakangan tengah menjadi tren di Indonesia.

(ulf)

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini