Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sinyal Kenaikan Suku Bunga BI Makin Kencang

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 11 Mei 2018 |10:20 WIB
Sinyal Kenaikan Suku Bunga BI Makin Kencang
Gubernur BI Agus Martowardojo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Sinyal kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia semakin besar. Bank sentral dengan tegas menyatakan masih memiliki ruang yang cukup besar untuk menyesuaikan suku bunga kebijakan (7 Days Reverse Repo).

“Respons kebijakan tersebut akan dijalankan secara konsisten dan pre-emptive untuk memastikan keberlangsungan stabilitas,” kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/5/2018).

Baca Juga: Tembus Rp14.000/USD, BI Sebut Kurs Rupiah Tidak Sesuai dengan Fundamental Ekonomi

Agus juga mengakui pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini sudah tidak sesuai dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Untuk itu, bank sentral siap mengambil langkah-langkah yang tegas untuk memastikan terciptanya stabilitas perekonomian.

Di pihak lain, Bank Indonesia juga akan konsisten mendorong berjalannya mekanisme pasar secara efektif dan efisien, sehingga ketersediaan likuiditas baik di pasar valuta asing dan pasar uang tetap terjaga dengan baik.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS

“Operasi moneter di pasar valuta asing tetap akan dilakukan untuk meminimalkan volatilitas nilai tukar agar keyakinan pelaku ekonomi dapat dipastikan tetap terjaga. Operasi moneter di pasar uang akan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan likuiditas rupiah yang memadai dan terjaganya stabilitas suku bunga di pasar uang, dalam koridor yang sejalan dengan stance kebijakan moneter Bank Indonesia,” ujar dia.

Menurutnya, kolaborasi dengan otoritas terkait dan industri keuangan terutama asosiasi, akan semakin diperkuat untuk memperdalam dan mengefisienkan price discovery di pasar valuta asing dan pasar uang, termasuk melalui penambahan variasi instrumen, penguatan infrastruktur pasar keuangan, dan memperkuat kredibilitas suku bunga acuan pasar (market reference rate).

Baca Juga: Rupiah Terjebak di Level Rp14.060

“Koordinasi dengan Pemerintah akan semakin diperkuat untuk memastikan terjaganya inflasi sesuai sasaran, memastikan berjalannya reformasi struktural secara efektif untuk memperkuat struktur neraca transaksi berjalan dan neraca modal, serta berbagai kebijakan struktural lainnya untuk meningkatkan daya saing perekonomian,” tukas dia.

Sekadar info saja, hingga 9 Mei 2018, selama Mei 2018 (month to date) Rupiah melemah 1,2%, Thai Bath 1,76%, dan Turkish Lira 5,27%. Sementara itu, sepanjang tahun 2018 (year to date) Rupiah melemah 3,67%, Pilipina peso 4,04%, India Rupee 5,6%, Brazil Real 7,9%, Russian Rubel 8,84%, dan Turkish Lira 11,42%.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS

Pagi ini, nilai tukar Rupiah terhadap dolar masih mengalami pelemahan. Rupiah pagi ini makin terjebak di level Rp14.000 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, pukul 09.18, Rupiah pada perdagangan spot exchange masih berada di level Rp14.060 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.025 per USD-Rp14.060 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 15 poin atau 0,11% menjadi Rp14.055 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.018 per USD hingga Rp14.070 per USD.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement