Image

Industri Keuangan Syariah Tumbuh 25% hingga Februari 2018

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 14 Mei 2018 19:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 14 20 1898243 industri-keuangan-syariah-tumbuh-25-hingga-februari-2018-zCXUkrIEKU.jpg Industri Keuangan Syariah (Foto: Reuters)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan industri keuangan syariah tumbuh signifikan pada tahun ini. Sampai Februari 2018, industri keuangan syariah tumbuh 25% dengan total aset mencapai Rp1.118 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Boedi Armanto mengatakan, OJK bertanggung jawab untuk mengawasi pasar modal syariah, perbankan syariah lengkap dalam perlindungan nasional. Hal ini seiring tumbuhnya industri keuangan syariah.

Peralihan BI Checking ke OJK di Tahun 2018

Pada 2016 industri keuangan syariah tumbuh sebesar 29,8% atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 27%. Di 2017 secara dinamika industri keuangan syariah tumbuh 27%.

"Sampai Februari 2018 (industri keuangan syariah) tumbuh 25%.  Pertumbuhan ini didukung oleh total asset sebesar Rp1.118 triliun," tuturnya, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Tumbuhnya industri keuangan syariah membuat peringkat Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi dan peran industri keuangan syariah di dunia naik peringkat.

Peralihan BI Checking ke OJK di Tahun 2018

"Indonesia menempati posisi ke tujuh, meningkat dari posisi ke 9. Posisi keuangan syariah di mata dunia yang cukup baik mendukung sistem keuangan syariah. Kita merupakan system keuangan syariah terlengkap. Lalu kita punya landscap yang memadai," ujarnya.

Dia melanjutkan, meskipun industri syariah pertumbuhannya sehat dan tinggi, tapi akses masyarakat masih sangat terbatas. OJK mencatat tingkat inklusi syariah hanya 11,6% atau masih rendah dibandingkan tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 67%.

"Kami mendorong untuk sektor ini. Kami mendorong agar keuangan syariah bisa diakses oleh banyak pihak, baik itu kalangan mikro, maupun ultra mikro. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah kami buat bank wakaf mikro di beberapa daerah, mengikutsertakan tokoh masyarakat. Pesantren dan donatur dalam bentuk bantuan dana melalui amil zakat," tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini