Astra Ramal Penjualan Mobil pada Lebaran Tahun Ini Masih Lesu

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 22 320 1901090 astra-ramal-penjualan-mobil-pada-lebaran-tahun-ini-masih-lesu-Dz2qnimUGT.jpg Mobil (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) memprediksi penjualan mobil pada periode Lebaran tahun ini meredup. Kendati demikian, angka penjualan diperkirakan masih meningkat dari bulan sebelumnya meskipun tidak signifikan.

Chief of Corporate Communication, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas menjelaskan, perseroan tidak banyak mengeluarkan mobil jenis baru musim ini, sehingga diperkirakan turut mempengaruhi penjualan. Di sisi lain, kompetitor justru gencar mengeluarkan seri baru.

Deretan Mobil Menunggu Diangkut untuk Diekspor

Sebagai perbandingan, pada periode Lebaran tahun lalu, penjualan mobil bisa meningkat hingga 10% sampai 11%. Tahun ini, kata Pongki, pertumbuhan penjualan mobil diprediksi hanya single digit.

"Kita masih mengamati ya kayaknya akan ada kemungkinan sedikit kenaikan (dari bulan lalu), tapi karena kita praktis enggak banyak ngeluarin tipe baru, jadi kita enggak terlalu banyak, karena kan tipe baru kompetitor cukup banyak," ujarnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Sejak awal tahun hingga April, penjualan mobil Astra International mencapai 192.908. Jumlah tersebut turun 8,8% dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat penjualan hingga 211.672 unit.

Deretan Mobil Menunggu Diangkut untuk Diekspor

Di samping itu, Pongki menilai daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Sebab, dampak pembangunan infrastruktur kepada pertumbuhan perekonomian masih membutuhkan waktu.

"Pemerintah sudah sangat bagus perbaikan tapi yang dilakukan Pak Jokowi enggak serta merta langsung berikan dampak ke masyarakat ke bawah," jelas dia.

Pongki juga tidak menampik adanya tekanan pada penjualan mobil sebagai imbas dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dikhawatirkan, kata dia, akan terjadi berbagai penyesuaian terutama dari sisi bunga kredit perbankan.

"Itu akan buat kita lebih sulit lagi," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini