nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekurangan Tenaga Ahli Jadi Alasan Pemerintah Impor Pekerja

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 18:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 31 320 1905116 kekurangan-tenaga-ahli-jadi-alasan-pemerintah-impor-pekerja-xzmjDEfJIE.jpeg Peluncuran Prangko Bung Karno (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Tenaga Kerja Asing (TKA) menjadi isu yang tidak terlepaskan dari masyarakat Indonesia. Banyak yang keberatan atas kebijakan pemerintah untuk membiarkan TKA masuk ke Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Presiden Indonesia ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengatakan, dirinya mengaku bingung mengapa isu tenaga kerja asing ini sangat dipermasalahkan. Sebab menurutnya, tujuan dari diundangnya tenaga kerja asing ke Indonesia adalah untuk mengisi kekurangan tenaga ahli yang ada di Indonesia.

Selain itu didatangkannya tenaga asing adalah untuk transfer ilmu kepada pekerja Indonesia. Sehingga kualitas SDM dari pekerja Indonesia bisa ikut meningkat.

Tenaga Kesehatan Elemen Penting Menuju Indonesia Sehat

Menurutnya, yang menjadi penyebab Indonesia kekurangan tenaga ahli adalah dikarenakan dari minat sekolah anak-anak Indonesia. Saat ini banyak sekali anak-anak Indonesia yang justru lebih memilih kuliah di bidang hukum ataupun ekonomi.

Sedangkan di bidang lainnya yang tentunya sangat penting justru sangat kurang sekali diminati. Seperti contohnya adalah bidang matematika , fisika bahkan teknik.

Tenaga Kesehatan Elemen Penting Menuju Indonesia Sehat

"Saya selalu kesel sama kementerian . Sama Kemendikbud. Banyak yang ingin sekolah di luar negeri. Tapi mereka banyak sekali yang ngambil jurusannya seperti ekonomi, hukum. Tapi untuk matematika teknik itu jarang sekali," ujarnya dalam acara peluncuran Prangko bergambar Bung Karno di Museum Filateli, Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Menurut Megawati, menurutnya minat kepada bidang-bidang yang juga strategis itu membuat sektor teknik atau yang sejenis kekurangan tenaga ahli. Namun Pembangunan harus tetap berjalan dan tidak bisa menunggu agar SDM mencukupi terlebih dahulu.

"Nanti kalau tenaga asing masuk kita ribut lagi padahal tenaga teknik saja kita kurang," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini