Share

11 Fakta Indonesia Raih Investment Grade S&P, Nomor 2 Soal Utang

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 04 20 1906299 11-fakta-indonesia-raih-investment-grade-s-p-nomor-2-soal-utang-56lrr0GZJ7.jpg Lembaga Pemeringkat S&P berikan rating Investment Grade kepada Indonesia (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA โ€“ Lembaga pemeringkat Standard and Poorรญs (S&P) mengafirmasikan peringkat Indonesia tetap pada level layak investasi (Investment Grade) pada 31 Mei 2018.

Dalam siaran persnya, S&P memberikan afirmasi atas Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level BBB- /outlook stabil. Seperti apa fakta-fakta di balik rating Investment Grade?

(Dok : Shutterstock)

1. Beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut, yaitu beban utang pemerintah relatif rendah serta kinerja fiskal dan tingkat utang luar negeri yang moderat.

Baca Juga : Peringkat Utang Naik Jadi BBB, Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Kuat

2. Rasio utang pemerintah terhadap PDB dalam beberapa tahun ke depan diproyeksikan akan tetap stabil. Hal ini mencerminkan proyeksi ke seimbangan fiskal yang juga relatif stabil.

3. Meningkatnya tax collection sebagai dampak dari tax amnesty dan meningkatnya harga minyak dunia diproyeksikan memperbaiki penerimaan negara.

Baca Juga : Lembaga Pemeringkat Jepang Naikkan Rating Kredit RI, Begini Komentar Menko Darmin


(Dok : Shutterstock)

4. Dari sisi eksternal, current account deficit Indonesia diproyeksikan akan menyempit dalam beberapa tahun ke depan yang mencerminkan permintaan global stabil dan harga komoditas lebih tinggi.

5. Fleksibilitas Rupiah dan kebijakan kehati-hatian dalam mengelola risiko utang luar negeri jangka pendek korporasi telah mendorong penurunan rasio kebutuhan pembiayaan eksternal terhadap current account receipt (CAR).

6. Selain itu, risiko pemburukan pada beban pembiayaan eksternal yang dihadapi Indonesia telah menurun secara signifikan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

7. Kemudian perumusan kebijakan Indonesia telah efektif dalam mendukung keuangan pemerintah berkesinambungan dan pertumbuhan ekonomi yang berimbang.

8. Untuk mendukung daya beli dan konsumsi, pemerintah mengambil langkah antara lain menahan kenaikan harga minyak dan listrik. Upaya tersebut dinilai bersifat temporer dan momentum reformasi akan kembali menguat.

(Dok: ant)

Baca Juga : Peringkat Utang Naik Jadi BBB, Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Kuat

9. Secara khusus, Bank Indonesia dinilai memegang peranan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi serta meredam tekanan pada perekonomian dan pasar keuangan,โ€ kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo belum lama ini.

10. Afirmasi Rating Indonesia pada BBB dengan outlook stabil merupakan cerminan atas kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang baik dan kerangkabauran kebijakan kredibel.

(Dok: Okezone)

Baca Juga : Lembaga Pemeringkat Jepang Naikkan Rating Kredit RI, Begini Komentar Menko Darmin

11. BI berharap afirmasi tersebut semakin memperkuat keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut. Dalam kaitan ini, koordinasi antarotoritas terkait dalam implementasi bauran kebijakan akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan mendorong pertumbuhan. S&P sebelumnya menaikkan peringkat Indonesia ke level BBB-/stable outlook (Investment Grade) pada 19 Mei 2017. (Kunthi Fahmar Sandy/Koran Sindo)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini