Share

Lembaga Pemeringkat Jepang Naikkan Rating Kredit RI, Begini Komentar Menko Darmin

Lidya Julita Sembiring, Okezone · Kamis 08 Februari 2018 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 08 20 1856841 lembaga-pemeringkat-jepang-naikkan-rating-kredit-ri-begini-komentar-menko-darmin-aRXRN79yCv.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR) meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari BBB-/Outlook Positif menjadi BBB/Outlook Stabil pada hari ini, 8 Februari 2018.

JCR menyatakan bahwa faktor kunci yang mendukung kenaikan SCR Indonesia adalah upaya sinergi Pemerintah dalam melakukan reformasi struktural untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Lalu apakah kenaikan oleh JCR ini menjadi awal kenaikan rating Indonesia dari lembaga-lembaga rating Internasional lainnya?

Baca Juga: Japan Credit Naikkan Rating Utang RI, Gubernur BI: Keyakinan terhadap Indonesia Meningkat

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah pastinya menginginkan agar semua pemeringkat dunia menaikkan rating Indonesia.

"Ya kita mengharapkan gitu tapi kan enggak mesti karena lembaga pemeringkat Jepang itu biasanya dia memang lebih dulu," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Kamis (8/2/2018).

Baca Juga: Rating Indonesia'>Ekonomi Membaik, Pemerintah Yakin Moody's Naikkan Rating Indonesia

Sementara itu, JCR juga mengakui bahwa ke-15 Paket Kebijakan Ekonomi dan penurunan suku bunga kebijakan oleh Bank Indonesia telah mendorong peningkatan investasi swasta khususnya di sektor non komoditas.

Kemudian, penurunan defisit transaksi berjalan yang diproyeksikan untuk tetap berada di bawah level yang terkendali serta cadangan devisa yang tinggi menggambarkan penguatan resiliensi Indonesia terhadap gejolak eksternal.

Baca Juga: Upgrade Rating Utang Indonesia'>Moody's Belum Mau Upgrade Rating Utang Indonesia

JCR juga mencatat sektor perbankan Indonesia tetap sehat dan pembiayaan melalui pasar keuangan tumbuh kuat tercermin dari penerbitan saham, obligasi, dan Medium Term Notes (MTN) yang meningkat.

Di sisi fiskal, JCR mengakui bahwa reformasi fiskal yang dilakukan Pemerintah berupa pengalihan belanja subsidi kepada belanja infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan telah berhasil mengurangi defisit fiskal dan meningkatkan efisiensi belanja.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini