Share

Peringkat Utang Naik Jadi BBB, Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Kuat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 08 20 1869501 peringkat-utang-naik-jadi-bbb-gubernur-bi-ekonomi-indonesia-kuat-iwUsget6Qb.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Lembaga pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari BBB-/OutlookPositif menjadi BBB/Outlook Stabil pada 7 Maret 2018.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menyatakan, perbaikan rating ke level BBB oleh R&I, merupakan ketiga setelah Fitch dan JCR. Hal ini semakin mengukuhkan keyakinan internasional atas kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang semakin kuat.

Pengakuan tersebut didukung oleh efektivitas kebijakan Pemerintah dan otoritas dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta komitmen pemerintah dalam mengimplementasikan reformasi struktural.

"Momen positif ini perlu dipertahankan bersama untuk memastikan terjaganya stabilitas perekonomian sehingga mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin kuat, berkelanjutan, dan inklusif," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

 Baca juga: Lembaga Pemeringkat Jepang Naikkan Rating Kredit RI, Begini Komentar Menko Darmin

Dalam kaitan ini, katanya, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan. "Termasuk menempuh langkah-langkah stabilisasi nilai tukar agar sesuai nilai fundamentalnya dan upaya pendalaman pasar keuangan untuk menjaga stabilitas perekonomian," tandasnya.

Dalam siaran persnya, R&I menyatakan bahwa faktor kunci yang mendukung kenaikan SCR Indonesia adalah perekonomian Indonesia yang terus menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan inflasi yang rendah dan stabil, defisit fiskal yang terjaga, serta utang pemerintah yang rendah.

Ketahanan ekonomi Indonesia juga dinilai semakin baik dalam menghadapi gejolak eksternal. Tercermin dari defisit transaksi berjalan yang rendah dan cadangan devisa yang besar. Selain itu, pembangunan infrastruktur menunjukkan kemajuan dan iklim investasi semakin membaik.

 Baca Juga: Bertemu S&P Global Rating, Sri Mulyani dan Menko Luhut Minta Rating RI Dinaikkan?

R&I juga mencatat upaya Pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak, antara lain melalui penguatan basis data perpajakan yang dinilai cukup baik. Lebih lanjut, R&I meyakini kebijakan yang berfokus pada stabilitas makroekonomi dan rangkaian inisiatif reformasi struktural akan terus berlanjut di tengah berbagai agenda politik yaitu Pilkada 2018 serta Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

R&I memandang tren pertumbuhan ekonomi diperkirakan terus berlanjut, inflasi akan berada pada kisaran 3%-4% didukung kebijakan moneter yang prudent, stabilitas sistem keuangan akan tetap terjaga, defisit transaksi neraca berjalan akan sedikit melebar pada kisaran 2%. Dan defisit fiskal akan berada di bawah pagu yang ditetapkan sebesar 3% terhadap PDB.

R&I sebelumnya memperbaiki outlook SCR Republik Indonesia dari Stable menjadi Positive, sekaligus mengafirmasi rating pada BBB- (Investment Grade) pada 5 April 2017.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini