Share

Ekonomi Membaik, Pemerintah Yakin Moody's Naikkan Rating Indonesia

Lidya Julita Sembiring, Okezone · Selasa 06 Februari 2018 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 06 20 1855726 ekonomi-membaik-pemerintah-yakin-moody-s-naikkan-rating-indonesia-XPuDztGiM3.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga pemeringkat Moody's Investors Service nampaknya belum mau mengikuti jejak Fitch Ratings, yang melakukan upgrade terhadap peringkat utang Indonesia. Moody's pun memilih mempertahankan rating utang Indonesia di investment grade.

Moody's mengatakan bahwa profil kredit Indonesia (Baa3 positif) didukung oleh defisit fiskal yang sempit, rendahnya utang pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan prospek pertumbuhan PDB yang sehat.

Baca Juga: Upgrade Rating Utang Indonesia'>Moody's Belum Mau Upgrade Rating Utang Indonesia

Namun, Indonesia masih memiliki tantangan meliputi mobilisasi pendapatan yang masih rendah dan ketergantungan pada pendanaan eksternal. Saat ini, faktor-faktor yang mengekspos ekonomi dan keuangan pemerintah terhadap fluktuasi adalah dari kondisi global.

 Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara menyatakan, sepanjang tahun 2017, meski pertumbuhan ekonominya masih di bawah target tapi lebih baik dari tahun sebelumnya. Bahkan faktor pendukung juga tumbuh positif. 

Baca Juga: Bertemu S&P Global Rating, Sri Mulyani dan Menko Luhut Minta Rating RI Dinaikkan?

"Kalau kita melihat kondisi ekonomi kita menyelesaikan 2017 dengan pertumbuhan 5,07%, Inflasi 3,6% dan fiskal dengan defisit di sekitar 2,5%, capaian pajak apalagi PPN bisa tumbuh sampai di atas 16%, saya merasa kondisi ekonomi kita secara fundamental makro maupun fiskal cukup terjaga," ungkapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Dia juga berkeyakinan bahwa Indonesia bisa meningkatkan peringkatnya di tahun ini. Hal ini tercermin dari perekonomian Indonesia yang telah dicapai sepanjang 2017.

Baca Juga: Kans Peringkat RI Bisa Meningkat, Menko Luhut: Menurut Saya Pribadi Peluang Itu Ada

"Tentu kita harapkan hal ini dilihat oleh siapa pun yang meng-assess Indonesia dan ini akan kita sampaikan besok kalau ada visit," jelasnya.

Sementara itu, dia menilai saat ini Moody's hanya mengeluarkan hasil riset bukan pemeringkatan. Karena kalau pemeringkatan, Moody's akan menjadwalkan terlebih dahulu. Namun untuk waktunya Sua belum mengetahui.

"Untuk penilaian rating sendiri kayanya mereka akan menjadwalkan. Nanti kita cek waktu persisnya," tukas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini