Ditemukan Uang Palsu di Sulteng, Terdeteksi 84 Lembar

ant, Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 22 278 1912773 ditemukan-uang-palsu-di-sulteng-terdeteksi-84-lembar-6w2GxytO3v.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

PALU - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan temuan uang yang diragukan keasliannya atau uang palsu, selama triwulan I tahun 2018 sebanyak 84 lembar.

"Sejumlah 48 lembar pecahan Rp100 ribu dan 40 lembar pecahan Rp50 ribu," ungkap Miyono di Palu, Jumat (22/6/2018).

Kata Miyono, selama tahun 2017, BI Sulteng mencatat penemuan uang yang diragukan keasliannya atau uang palsu sebanyak 395 lembar selama tahun 2017.

"Temuan itu berdasarkan laporan perbankan dan temuan masyarakat Sulteng," ujarnya.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Angka itu kata Miyono, didominasi pecahan Rp50 ribu tahun edar (TE) 2005 yang paling banyak diragukan keasliannya dengan jumlah 247 lembar atau 59,75%.

Miyono merincikan untuk tahun 2017, uang palsu ditemukan selama triwulan I sebanyak 65 lembar, triwulan II sebanyak 145 lembar, triwulan III sebanyak 66 lembar dan triwulan IV sebanyak 119 lembar.

Sementara untuk jumlah pecahan kata Miyono, terbagi dalam pecahan Rp100 ribu sebanyak 143 lembar, Rp50 ribu sebanyak 247 lembar, Rp20 ribu sebanyak 1 lembar, Rp10 ribu sebanyal 2 lembar dan Rp5 ribu sebanyak 2 lembar.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

"Uang palsu yang ditemukan tahun 2017, sedikit lebih besar dari temuan selama tahun 2016 sebanyak 303 lembar atau naik 30,36%," ungkap Miyono.

Walaupun demikian kata Miyono, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait keaslian uang rupiah, dengan menggandeng sejumlah pengambil kebijakan, di antaranya institusi penegak hukum.

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah, kepala seluruh lapisan masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga aparat penegak hukum.

"Kami terus berupaya untuk menangkal tindak pidana oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Miyono.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini