Menjaga Keuangan Tetap Sehat meski Hobi Belanja, Caranya?

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 24 Juni 2018 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 24 320 1913302 menjaga-keuangan-tetap-sehat-meski-hobi-belanja-caranya-Veyv3WkEgW.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bagi sebagian orang berbelanja menjadi kegiatan paling menyenangkan. Jika tidak diatur dengan baik, hobi mengeluarkan uang ini bisa membuat Anda semakin boros.

Sebaiknya atur pola berbelanja sesuai dengan kebutuhan, dana, dan batasannya. Kegiatan berbelanja ataupun pergi ke pusat perbelanjaan mungkin sah-sah saja. Terlebih lagi berbelanja merupakan bentuk menghargai hasil kerja. Namun jika tidak dikendalikan dengan cara yang bijak, hal itu bisa membuat pengeluaran Anda semakin meningkat. Ada baiknya membuat perencanaan yang jelas dan tentukan dana agar Anda tetap bisa menabung.

Menurut perencana keuangan Fredy Piellor, sebaiknya sebelum melakukan kegiatan belanja, buat perencanaan yang matang dari jauh-jauh hari, baik itu yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan atau sifatnya pokok maupun pendukung.

 Pusat Perbelanjaan Mulai Gelar Diskon Ramadan

Jadi bisa diketahui berapa alokasi dana yang digunakan. Supaya pengeluaran Anda tidak melebihi pendapatan, buatlah daftar belanja yang memang dibutuhkan sehari-hari. “Bila kita memiliki perincian yang pasti, tentunya akan lebih mudah mengaturnya,” ujar Fredy.

Mengurangi intensitas jalan ke pusat perbelanjaan tentunya akan mengurangi keinginan berbelanja. “Cara paling pas untuk menghemat anggaran adalah menghindari mal dan mengurangi waktu berbelanja. Boleh saja pergi ke mal, tetapi waktunya harus diatur. Misalkan hanya dua minggu sekali saja,” ungkap Fredy.

Senada dengan Fredy, perencana keuangan Mohamad Andoko mengatakan, sebanyak apa pun kebutuhan, pastikan untuk tidak mengganggu kemampuan menabung. Caranya, buatlah anggaran bulanan khusus untuk berbelanja kebutuhan pribadi. Contohnya sisihkan 10% dari pendapatan.

“Contohnya harga tas yang diincar lebih besar dari anggaran belanja. Yang harus diperhatikan, jangan sampai menggunakan jatah pengeluaran lain. Sebisa mungkin mencari tambahan seperti pekerjaan sampingan agar bisa mendapatkan barang yang diinginkan,” urai Andoko.

 Pusat Perbelanjaan Mulai Gelar Diskon Ramadan

Ada baiknya menyiapkan dana darurat yang sudah Anda atur penyimpanannya seperti di bank ataupun di tempat yang Anda anggap aman. “Dana darurat ber guna untuk menjaga diri Anda di saat-saat terdesak. Anda pun tidak perlu menghabiskan tabungan hanya karena tidak memiliki dana cadangan,” Andoko memberi saran.

Tidak hanya itu saja, Anda bisa mengatur keuangan agar tetap stabil sambil menyalurkan hobi belanja dengan cara membandingkan harga pokok yang akan dibeli. Terlebih lagi saat ini sudah banyak toko online yang menyediakan seluruh kebutuhan sehingga Anda tidak perlu bingung lagi dalam membandingkan harga.

Untuk lebih menghemat anggaran, saat ini sudah banyak barang yang disewakan. Misalnya kamera untuk traveling , tas buat ke pesta, gaun-gaun karya desainer, dan sejumlah perlengkapan lain. “Daripada kita membeli satu barang yang hanya akan digunakan dua kali atau bahkan satu kali saja, lebih baik menggunakan jasa penyewaan,” sebut Andoko.

 

Terlebih saat ini Anda bisa memanfaatkan jasa titip barang untuk membeli barang impor dengan harga miring. Dengan memanfaatkan layanan jasa tersebut, Anda pun dapat menghemat biaya ongkos pergi dan pengiriman barang. Andoko memberikan saran un tuk membatasi penggunaan kartu kredit, jangan sampai terbuai dengan kartu kredit sebagai alat pembayaran.

“Meski pun praktis tetap harus diatur, jangan sam pai kita mengambil pos dana lain ha nya untuk membayar tagihan kartu kredit,” ujarnya. Ada baiknya Anda tidak memaksakan sesuatu dalam berbelanja, begitu juga dalam hal membeli barang. Ini untuk menghindari agar Anda tidak menyesal setelah membelinya dan tidak terpakai lama.

“Sebagai pembeli kita pun harus cerdas dan tidak terlalu tergesa-gesa dalam berbelanja barang. Berilah jeda waktu 3 hari ke depan untuk mempertimbangkan apakah memang dibutuhkan atau tidak,” kata Andoko.

 Pusat Perbelanjaan Mulai Gelar Diskon Ramadan

Andoko pun menambahkan, hampir 2/3 pendapatan kita dihabiskan untuk beberapa hal penting seperti makanan, perumahan, dan transportasi.

Ada juga untuk pembayaran utang, tabungan, biaya rumah tangga, dan beberapa barang pen dukung hiburan. Tahap selanjutnya yang harus diperhatikan adalah menyiapkan anggaran pengeluaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing. “Kita harus selalu ada dana darurat keluarga yang berkisar antara 6 sampai 12 kali dari pengeluaran bulanan,” sebut Andoko.

Pastinya dana darurat itu harus dipisahkan dengan anggaran lain. Hal tersebut untuk menjaga neraca keuangan Anda tidak hancur apabila terdapat situasi darurat. “Dana darurat ini hendaknya harus didahulukan, fungsinya pun untuk menjaga kelangsungan bila sewaktu-waktu musibah datang,” tutur Andoko.

Terakhir, lakukanlah evaluasi pengeluaran agar mengetahui berapa banyak dana yang terpakai. “Bisa setiap enam bulan atau satu tahun kita evaluasi pengeluaran apa saja supaya lebih jelas,” ucapnya menutup pembicaraan. (Aprilia S Andyna)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini