Share

8 BUMN Patungan Bentuk Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 Juni 2018 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 28 320 1915095 8-bumn-patungan-bentuk-perusahaan-pembiayaan-infrastruktur-pqyMVIYkez.jpeg BUMN bentuk perusahaan pembiayaan infrastruktur (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk perusahaan pembiayaan (BUMN Fund) yakni PT Bandha Investasi. Pembentukan perusahaan yang bertujuan untuk pembiayaan infrastruktur ini merupakan patungan dari 8 perusahaan plat merah.

Kedelapan perusahaan tersebut yakni Asuransi Jasindo, ASABRI, Jasa Raharja, Taspen, Askrindo dan Jamkrindo. Kemudian dua lagi merupakan anak usaha dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) dan PT Danareksa (Persero).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pembentukannya perusahaan pembiayaan ini bertujuan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Nantinya, perusahaan ini akan memiliki fungsi menjembatani antara kebutuhan pendanaan proyek infrastruktur dengan para investor potensial baik dari BUMN maupun perusahaan swasta.

Melihat Lebih Dekat Pembangunan Infrastruktur MRT yang Telah Capai 92,50% 

“Kami bangga mendukung pembentukan BUMN fund ini. Sebab, pembangunan infrastruktur harus terus digenjot demi membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya dalam acara pembentukan BUMN Fund di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Menurut Rini, pembangunan infrastruktur sangat penting untuk menjadi prioritas. Sebab, tujuan dari pembangunan infrastruktur adalah untuk mengurangi biaya logistik serta meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) untuk periode 2014 - 2019 saja, pemerintah akan meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 96,6% dengan membangun pembangkit sehingga kapasitas listrik nasional bisa mencapai 71.000 megawatt (MW) pada akhir 2019.

Melihat Lebih Dekat Pembangunan Infrastruktur MRT yang Telah Capai 92,50% 

Pada akhir tahun lalu, Pemerintah telah berhasil meningkatkan kapasitas listrik melampaui 54.000 MW. Pemerintah juga akan mengembangkan 5 pelabuhan utama, memperbesar 10 bandara serta membangun jalan tol sepanjang 1.800 kilometer (km). Oleh karenanya, sebagai agen pembangunan, BUMN pun berkomitmen penuh mendukung upaya tersebut. Tak hanya berupa dukungan fisik, BUMN juga didorong untuk turut berpartisipasi dalam pembiayaan.

“Tentunya untuk membiayai seluruh proyek infrastruktur ini tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah dan BUMN semata, namun juga diperlukan partisipasi swasta serta investor lainnya,” ucap Rini.

Rini sangat yakin, dengan terbentuknya perusahaan pembiayaan infrastruktur ini, percepatan pembangunan bisa terlaksana. Sebab, pemerintah memiliki opsi pembiayaan lainnya dalam membangun infrastruktur.

"Melalui skema BUMN fund ini, Kami meyakini percepatan pembangunan nasional bisa terlaksana sehingga geliat perekonomian akan semakin kuat. Skema ini diharapkan akan menjadi solusi bagi pendanaan infrastruktur yang lebih terorganisir, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan dana milik BUMN baik dengan berinvestasi pada proyek maupun portofolio,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini