nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peternakan Jadi Kunci Penting Perekonomian Indonesia, Ini Penjelasannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 12:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 04 320 1917701 peternakan-jadi-kunci-penting-perekonomian-indonesia-ini-penjelasannya-HslfTldIKF.jpg Foto: Peternakan Topang Perekonomian (Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian menyebut sektor peternakan memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bagaimana tidak, sektor peternakan merupakan salah satu sub sektor yang menjadi motor penggerak pembangunan khususnya di wilayah pedesaan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, berdasarkan data, kontribusi sub sektor peternakan pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional adalah sebesar 1,57%. Sementara, untuk pembentukan PDB sektor pertanian tahun 2017, sub sektor peternakan berkontribusi sebesar 15,87%.

Apalagi lanjutnya, pertumbuhan PDB yang dikontribusikan dari peternakan menunjukan tren positif setiap tahunnya. Pada tahun 2017 misalnya, pertumbuhan PDB yang didapat dari peternakan sebesar 3,83%.

"Sebagaimana kita ketahui, sub sektor peternakan masih berperan penting terhadap pembangunan di pedesaan. Dalam PDB nasional kontribusi subsektor peternakan sebesar 1,57%," ujarnya dalam sambutannya di acara Indo Livestock 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/7/2018).

 

Tak hanya di situ, berdasarkan data survei angkatan kerja nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) per bulan Agustus 2017, terdapat 3,84 juta tenaga kerja yang bekerja di sektor peternakan. Artinya sektor peternakan berkontribusi sebesar 3,17% terhadap tenaga kerja nasional.

Sementara khusus di sektor pertanian, penyerapan tenaga kerja di sektor peternakan lebih tinggi dibandingkan kontribusi terhadap tenaga kerja nasional. Berdasarkan data tersebut, penyerapan tenaga kerja sub sektor peternakan menyerap 11,51% tenaga kerja sektor pertanian.

"3,84 juta tenaga kerja di sektor peternakan. Di sektor pertanian penyerapan tenaga peternakan sebesar 11,51%. Sementara kontribusi kepada tenaga kerja nasional sebesar 3,17%," ucapnya.

Belum lagi, dari sisi ekspor sub sektor peternakan juga cukup menjanjikan untuk menopang perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pencapaian nilai ekspor komoditas sub sektor peternakan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 14,85% dibandingkan tahun 2016.

 

Adapun nilai ekspornya mencapai USD623,9 juta atau setara dengan Rp8,5 triliyun yang telah diraih pada tahun 2017. Jumlah tersebut bahkan diharapkan mampu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor.

"Kebijakan Kementan untuk mewujudkan Indonesia pada Tahun 2045 menjadi Lumbung Pangan di Dunia sedikit demi sedikit telah dapat dibuktikan dengan capaian ekspor sub sektor peternakan di Indonesia cukup fantastis," jelas Ketut

Sementara pada tahun 2017 kontribusi volume ekspor sub sektor peternakan terbesar pada kelompok hasil ternak sebesar 64,07%,. Adapun negara tujuan ekspor terbanyak adalah Hongkong (23,10%) dan China (21,96%).

"Saat ini produk peternakan Indonesia sudah mampu menembus lebih dari 110 negara," kata Ketut.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini