Pemprov DKI Jakarta Naikan NJOP Sebesar 19,54%

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 15:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 06 470 1918877 pemprov-dki-jakarta-naikan-njop-sebesar-19-54-CJhwU8oo17.jpg Gubernur DKI Anies Baswedan (Foto: Ant)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta menaikkan harga Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (NJOP PBB-P2) pada tahun 2018. Rerata kenaikkan NJOP di Ibu Kota naik sekira 19,51% dari tahun lalu.

Hal itu tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub)Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018 yang diundang-undangkan pada 4 April 2018 lalu.

Sikap Tenang Gubernur Anies saat Segel Reklamasi Pulau D 

"Kenaikan Nilai Jual Objek Pajak Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (NJOP PBB-P2) pada tahun 2018 rata-rata adalah sebesar 19,54%," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis 5 Juli 2018.

Ada beberapa alasan yang membuat Pemprov DKI menaikkan NJOP di Ibu Kota. Salah satu alasannya yakni ada peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat di setiap wilayah. Hal itu ditandai dengan banyaknya tanah di Jakarta yang kian hari berubah menjadi gedung-gedung bertingkat yang menjulang ke langit.

Senyum Anies Baswedan Terima Penghargaan JKN-KIS Award dari Presiden Jokowi 

"Kenaikan NJOP di atas rata-rata pada umumnya dipengaruhi oleh antara lain adanya perubahan fisik lingkungan lahan dari tanah kampung menjadi perumahan atau real estate. Perubahan fungsi lahan dari tanah kosong menjadi kawasan perdagangan atau apartemen," ujarnya.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan, keputusan menaikkan NJOP untuk menjaga keseimbangan harga tanah di lokasi-lokasi lain yang sebelumnya tidak mengalami kenaikan NJOP.

"Ini juga untuk menjaga keseimbangan NJOP antar kawasan, di mana beberapa lokasi pada tahun-tahun sebelumnya belum disesuaikan sehingga menjadi tidak seimbang dengan lokasi lain yang berbatasan sehingga menimbulkan kecemburuan," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini