Sebelumnya, Pemerintah berupaya keras untuk mengantisipasi dampak buruk akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Salah satu strategi yang tengah disiapkan adalah memacu ekspor dan mengurangi impor. Hanya, bagaimana implementasi langkah tersebut, termasuk ekspor apa akan dipacu dan impor apa saja yang akan ditekan, pemerintah masih mengidentifikasi. Rencananya pemerintah membentuk task force untuk mengawal kebijakan ini.
Antisipasi mau tidak mau harus dilakukan karena perang dagang antara AS vs China kali ini tidak main-main. Washington mulai memberlakukan tarif dagang senilai 25% terhadap USD34 miliar (Rp488 triliun) produk impor China.
Beijing pun tidak tinggal diam dan melakukan balasan. Perang dagang yang disebut terbesar dalam sejarah ekonomi dunia tersebut tentu ber dam pak pada terjadinya stagnasi ekonomi global dan memicu penurunan pasar saham.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.