Terakhir adalah subsidi listrik, usulan subsidi listrik RAPBN 2019 sebesar Rp53,96 triliun -Rp58,89 triliun dengan asumsi nilai tukar sebesar Rp13.700-Rp14.000 per USD, ICP 60-70 USD per barel dan inflasi sebesar 3,5%.
Subsidi listrik dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan, mulai lebih dari Rp100 triliun sekitar tahun 2012 hingga kurang dari Rp50 triliun pada tahun 2018 ini. Pemerintah terus mendukung agar biaya pokok produksi listrik terus menurun sehingga nilai subsidi juga berkurang.
"Kebijakan subsidi listrik untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan rumah tangga miskin dan rentan daya 900 va dengan mengacu Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (DTPPFM)," tandas Djoko.
(feb)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.