"Desa akhirnya enggak punya pikiran bahwa pemberdayaan tadi sifatnya berkelanjutan. After event mereka ada lagi enggak ada," kata dia.
Namun, saat ini kesadaran masyarakat desa mulai tumbuh, di mana mereka mengalokasikan mayoritas dana desa untuk pemberdayaan masyarakat serta keberlanjutan. Salah satu desa yang telah menerapkan hal tersebut adalah desa di Daerah Batanghari yang membatasi alokasi dana desa untuk pembangunan fisik.
" Sudah ada beberapa kabupaten yang melakukan inovasi-inovasi tersebut sehinhga enggak melulu fisik," tutup dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)