nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Melemah Dekati Level Rp14.500

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 09:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 278 1921260 rupiah-melemah-dekati-level-rp14-500-vLde4gvcPY.jpg Ilustrasi: Rupiah Tembus Rp14.000/USD (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) hari ini kembali mengalami pelemahan. Setelah sempat menguat kemarin, pagi ini rupiah kembali menyentuh level Rp14.400-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (12/7/2018) pukul 09.30 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 56 poin atau 0,39% ke level Rp14.441 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.415 per USD-Rp14.441 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance juga mencatat Rupiah melemah 56 poin atau 0,39% menjadi Rp14.436 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.378 per USD hingga Rp14.436 per USD.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menggelontorkan dana hingga Rp18,5 triliun untuk intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), sejak awal tahun hingga saat ini. Hal ini dilakukan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang terus tertekan.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menyebutkan, intervensi pada pasar sekunder sebanyak Rp18,5 triliun. Sementara, di pasar primer yang bukan dalam konteks intervensi BI telah mengelurkan dana Rp42 triliun.

Dia menjelaskan, Bank Sentral memang membutuhkan SBN sebagai penggunaan untuk operasi moneter, baik pada pasar primer maupun sekunder.

"Kami memang perlu SBN dalam rangka penggunaan untuk operasi moneter, sehingga untuk beberapa tenor ke depan akan terus gunakan banyak SBN, jadi memang kita perlukan akumulasi SBN," ujarnya.

Di sisi lain, sejak kenaikan suku bunga acuan BI sebanyak 50 basis points (bps) pada Juni lalu sudah terjadi arus dana asing masuk (capital inflow).

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Nanang menyebutkan, dalam 5 hari terakhir sekitar Rp6 triliun dana asing masuk dalam negeri. Angka itu belum ditambah dengan hari ini.

Hal ini dinilai adanya kepercayaan investor untuk menanamkan dananya di Tanah Air, mengingat yield atau imbal hasil yang ditawarkan cukup atraktif. Adapun saat ini imbal hasil SBN yang ditawarkan sebesar 7,4%.

"Inflow sudah masuk, artinya investor-investor sudah lihat gejolak global memang dampaknya mungkin ada tapi sementara. (Mereka) melihat yield di Indonesia yang atraktif bagi mereka," jelasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini