nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkeu Bakal Terbitkan Surat Utang Online pada Semester II-2018

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 19:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 23 20 1926275 kemenkeu-bakal-terbitkan-surat-utang-online-pada-semester-ii-2018-ijSwdpmbe7.jpg Foto: Kemenkeu Bakal Terbitkan SBR (Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan berencana akan kembali menerbitkan Saving Bond Ritel (SBR) dan sukuk online. Sebelumnya, pemerintah juga telah menerbitkan SBR seri SBR003 pada Mei 2018.

Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Scenaider Siahaan mengatakan, jika tidak melesat penerbitan SBR dan sukuk online akan dilakukan pada semester II 2018. Ini pertama kalinya pemerintah menerbitkan sukuk ritel melalui sistem online.

"Rencananya, kalau enggak salah, itu mau dinaikin targetnya. Jadi kita semester kedua," kata dia di Gedung DPR RI, Senin (23/7/2018).

 

Dia melanjutkan, target penerbitan kali ini akan mengalami peningkatan dua kali lipat dari penerbitan sebelumnya. Adapun total penghimpunan dana dari penerbitan SBR seri SBR003 sebesar Rp1,92 triliun.

Akan tetapi, pemerintah akan memperhatikan kondisi perekonomian global maupun domestik.

"Kalau global itu mostly enggak terpengaruh sebetulnya kapan pun anytime kita terbitkan bisa. Artinya, kita punya market udah secure untuk pendanaan," jelas dia.

"Nah domestik ini kita perlu tingkatkan, sekarang ini kita coba push supaya lebih dalam. Sekarang kita coba bangunnya ke investor ritel," sambungnya.

 

Sekadar informasi, penjualan SBR003 menjangkau 7.642 investor di 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah SBR baru sebanyak 5.863 investor. Kemudian, untuk jumlah investor terbesar berada pada pemesanan Rp1 juta sampai dengan Rp100 juta yang mencapai 61,89%. Adapun rata-rata volume pemesanan investor sebesar Rp252,3 juta.

Berdasarkan kelompok umur, jumlah investor terbesar berada pada kelompok usia 25 sampai 40 tahun (36,72%). Berdasarkan kelompok profesi, investor terbesar pegawai swasta mencapai 40,37%,

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini