Martina Berto Catatkan Rugi Rp21,65 Miliar di Pertengahan Tahun 2018

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 26 Juli 2018 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 26 278 1927697 martina-berto-catatkan-rugi-rp21-65-miliar-di-pertengahan-tahun-2018-6lrZSJgvXS.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Pencapaian kinerja PT Martina Berto Tbk (MBTO) di paruh pertama meleset dari target yang diharapkan. Di mana produsen kosmetika dan jamu tradisional mencatatkan merugi Rp21,65 miliar. Padahal di semester pertama tahun lalu MBTO masih mencetak laba bersih Rp3,43 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, kerugian ini disebabkan oleh penurunan pendapatan serta kenaikan beban. Pada periode Januari-Juni 2018, Martina Berto mencatatkan penjualan Rp277,90 miliar. Penjualan ini turun 7,22% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp299,53 miliar. Penurunan penjualan terjadi pada produk kosmetik. Di semester pertama tahun ini, penjualan kosmetik sebelum diskon dan retur mencapai Rp318,87 miliar, turun 18,86% ketimbang periode yang sama tahun lalu Rp393 miliar.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin 

Penjualan jamu justru melonjak lebih dari tiga kali lipat dari Rp645,40 juta menjadi Rp2,12 miliar. Tapi karena porsi penjualan jamu masih tipis, lonjakan ini tak mampu menutupi penurunan bisnis kosmetik. Kenaikan beban pokok penjualan pun menekan MBTO di tengah penurunan pendapatan. Beban pokok penjualan MBTO naik tipis 1,87% menjadi Rp147,94 miliar.

Alhasil, MBTO mencetak rugi usaha Rp19,77 miliar dari laba usaha semester pertama 2017 sebesar Rp11,26 miliar. Pada akhir Juni, MBTO mencatatkan aset Rp753,97 miliar, turun 3,42% dari posisi akhir tahun lalu. Ekuitas Martina Berto turun 5,27% menjadi Rp391 miliar. PT Martina Berto Tbk (MBTO) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini senilai Rp59 miliar.

Direktur Utama MBTO Bryan David Emil pernah bilang, sumber dana belanja modal akan berasal dari kas internal dan sebagian besar dari pinjaman perbankan. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan gedung, mesin dan prasarana lainnya. "Investasi paling besar ada pada mesin, yakni sekitar 45% dari belanja modal,"ujarnya.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru dengan Ditutup Naik 33,70 Poin 

Perseroan, lanjutnya, menargetkan laba bersih tahun ini sebesar Rp9 miliar. Target tersebut dipatok untuk memperbaiki catatan tahun lalu di mana perusahaan merugi. Kata Bryan David, tahun lalu perseroan banyak melakukan ekspansi. Hal tersebut akhirnya menekan bottom line perusahaan. “Tahun lalu minus karena banyak melakukan investasi, terutama pada sales marketing 2017,” ungkapnya.

Selain membidik laba bersih, MBTO tahun ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 7%-10%. Dirinya masih cukup optimistis bahwa kinerja tahun ini bisa lebih baik. Perusahaan tahun ini tidak melakukan aksi secara agresif, namun juga tidak konservatif. “Kami akan cenderung moderat-optimistis,” katanya.

Berdasar data Nielsen yang menjadi acuan Bryan, consumers spending pada 2017 sebesar 2,7% year on year (yoy). Tahun ini juga peluang juga lebih terbuka. Pasalnya, ada momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) yang disinyalir bisa membangkitkan pengeluaran untuk konsumsi (consumers spending). “Nah ini pasti harapannya, market cukup positif. Indonesia dengan Pemilu sebelumnya sudah termanajemen dengan baik, dan indeks tetap bagus dan positif,” imbuh Bryan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini