Bisnis Tol Astra Anjlok 96%, Apa Penyebabnya?

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 26 Juli 2018 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 26 278 1927908 bisnis-tol-astra-anjlok-96-apa-penyebabnya-cFy6YUDjuU.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kinerja segmen infrastruktur dan logistik PT Astra Internasional Tbk (ASII) kurang cemerlang sepanjang medio awal 2018.

Segmen infrastruktur dan logistik mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 96% dari Rp110 miliar di semester I 2017 menjadi hanya Rp4 miliar di semester I 2018.

Anjloknya laba segmen infrastruktur dan logistik menjadi yang terdalam dibandingkan dengan lini bisnis Grup Astra Internasional lainnya.

 

Mengutip keterangan resmi perseroan, Kamis (26/7/2018), anjloknya laba disebabkan kerugian awal dari beroperasinya jalan tol Cikopo-Palimanan yang diakuisisi pada semester pertama tahun 2017 dan baru beroperasinya tol Semarang-Solo.

Operasional dua tol baru tersebut, belum dapat diimbangi oleh meningkatnya laba dari tol Tangerang-Merak and PT Serasi Autoraya.

Adapun total portofolio Grup Astra Internasional pada bisnis jalan tol adalah 353 kilometer (km), di mana sepanjang 269 km sudah beroperasi.

PT Marga Mandalasakti (MMS), perusahaan operator jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,5 km, yang 79,3% sahamnya dimiliki Perseroan, berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar 12% menjadi Rp516 miliar.

Sedangkan jalan tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 km, yang sepenuhnya milik Perseroan, dan telah beroperasi pada September 2017 sepanjang 39,6 km, mencatat pendapatan sebesar Rp97 miliar pada semester pertama tahun 2018.

 

Pendapatan jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8km, yang 45% sahamnya dimiliki Perseroan, meningkat sebesar 13% menjadi Rp686 miliar.

Jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,6km, yang 40% sahamnya dimiliki Grup Astra Internasional dan telah beroperasi sepanjang 40,1 km menyusul pembukaan seksi 3 pada September 2017, mencatat pendapatan sebesar Rp117 miliar, naik 46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Grup Astra Internasional juga memiliki 40% saham di jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km dan 25% saham di jalan tol Serpong-Balaraja sepanjang 39,8km, di mana keduanya masih dalam pengembangan.

Laba bersih PT Serasi Autoraya (SERA) meningkat sebesar 39% menjadi Rp111 miliar. Peningkatan laba terutama disebabkan oleh meningkatnya marjin bisnis leasing dan rental mobil. Jumlah kontrak sewa kendaraan SERA mengalami kenaikan 4% menjadi 24.000 unit.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini