Share

Menko Darmin: Masih Ada 15% Hasil Devisa Ekspor Tak Balik ke RI

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 27 20 1928365 menko-darmin-masih-ada-15-hasil-devisa-ekspor-tak-balik-ke-ri-fAOuABcasv.jpg Foto: Darmin soal Devisa Hasil Ekspor (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mendorong agar devisa ekspor bisa ditarik ke dalam negeri. Sebab, saat ini masih banyak sekali devisa ekspor yang belum masuk ke dalam kas negara.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, saat ini hanya 85% saja devisa ekspor yang masuk ke dalam kas negara. Artinya masih ada 15% devisa ekspor yang belum masuk ke kas negara.

"Dari 100% ekspor hanya 85% yang masuk kembali, tapi belum semua juga mengkonversi jadi Rupiah,"ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

 

Menurut Darmin ada banyak penyebab yang membuat masih ada 15% devisa ekspor tak masuk ke dalam kas negara. Salah satunya adalah karena adanya peminjaman dana yang dilakukan pengusaha di luar negeri.

"Macam-macam penyebabnya, ada yang minjem ke bank di luar lalu disyaratkan dananya ditaruh di sana," ucapnya.

Selain untuk peminjaman dana, devisa ekspor belum kembali seluruhnya karena adanya peraturan pembukaan rekening dari negara tujuan ekspor, sehingga mau tidak mau, pengusaha harus menukarkan uangnya dari Rupiah menjadi dolar.

"Ada juga yang minjem ke bank di luar wajib buka rekening di sana," kata Darmin

 Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum

Namun, ada juga beberapa penguasaha yang tetap menggunakan perbankan dalam negeri. Caranya adalah dengan mencari perbankan dalam negeri yang membuka cabang di luar agar dana tetap bisa terhitung di Indonesia.

"Tapi ada juga yang mereka mencari bank di luar yang punya cabang di Indonesia, sehingga kalau begitu kan dua-duanya syarat bisa terpenuhi," jelasnya.

Sebagai informasi, kemarin sore Presiden Joko Widodo mengundang pengusaha ke Istana Bogor. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 40 pengusaha yang berorientasi ekspor itu membahas mengenai cara menarik devisa ekspor ke dalam negeri.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini