8. Ekspektasi dari Rugyong Hotel di Korea Utara: tower yang mencolok, ramai di Pyongyang yang dapat menjadi gedung tertinggi.
Konstruksi dari Rugyong Hotel di Korea Utara mulai dibangun pada tahun 1987. Rencananya akan dibuka sebagai hotel tertinggi di dunia.
Hotel yang berbentuk seperti piramid itu didesain untuk menampung lebih dari 3.000 kamar dan lima restoran.
Di tahun 2011, laporan menyarankan hotel tersebut akan dibuka pada tahun berikutnya, tetapi tidak ada pengumuman yang dibuat. Skenario yang sama terjadi pada tahun 2012.
Estimasi dari konstruksi itu berkisar dari USD1 miliar sampai USD2 miliar.
Realitanya: Hotel tertinggi di dunia itu tidak pernah selesai dan pemandangan yang menyakitkan mata di tengah-tengah kota.
Menurut Guinness World Records, lebih dari 30 tahun terlewati setelah Hotel Ryugyong seharusnya dibuka ke umum, dan hotel menjadi bangunan tertinggi yang belum terselesaikan di dunia.
Konstruksi pada bangunan tersebut berhenti sepenuhnya karena dana dari Uni Soviet mengering pada tahun 1992, dan struktur itu dijuluki "Hotel of Doom" karena penundaan selama puluhan tahun.
9. Ekspektasi dari CityCenter: Kompleks dengan menara 49 lantai yang menambah cakrawala di Las Vegas Strip.
Lebih dari 10 tahun yang lalu, MGM Mirage telah berencana untuk menambahkan tower setinggi 49 lantai ke langit Las Vegas Strip, yang bergabung dalam komplek CityCenter.
Realitanya: MGM menghabiskan lebih dari USD11 juta untuk menghancurkan hotel senilai USD275 juta tersebut
Di tahun 2008, ditemukan bahwa baja di lantai 26 pertama tidak akan dapat mendukung lantai yang tersisa, dan konstruksi terhenti.
MGM dan Tutor Perini Building Co., selaku pengembang, menjalankan perkelahian hukum,kedua belah pihak saling menuduh melanggar kontrak mereka.
Gugatan itu tidak pernah diadili, karena para keduabelah pihak mencapai kesepakatan pada tahun 2014.
Intinya, bangunan tersebut harus dihancurkan karena bisa runtuh ketika ada gempa bumi.
Hotel mulai dibongkar pada 2014, dan prosesnya dikabarkan menghabiskan sekitar USD11,5 juta, selesai di tahun berikutnya.
10. Harapan untuk Penn Station yang dikembangkan kembali di New York City: Sebuah pusat transit hemat biaya daripada pendahulunya.
Dengan menjamurnya perjalanan udara yang terjangkau dan Sistem Jalan Raya Interstate pada pertengahan abad ke-20, para pengemudi kereta api mulai menurun. Pada akhir 1950-an, New York City berjuang untuk membayar pemeliharaan dasar Penn Station.
Graham-Paige, perusahaan yang membeli hak atas gedung Penn Station dan ruang di atasnya, mengumumkan rencana pada tahun 1962 untuk membangun arena olahraga baru, Madison Square Garden. Sebagai gantinya untuk hak udara, pemilik stasiun - Pennsylvania Railroad - akan mendapatkan stasiun baru, ber-AC di bawah tanah tanpa biaya, serta 25% saham di Madison Square Garden Complex.
Pada tahun 1963, Penn Station dibuldoser dan dipindahkan di bawah permukaan jalan. Biaya proyek tidak diketahui, tetapi tidak murah.
Realitanya: stasiun kereta api yang suram dan bau di ruang bawah tanah.
Penn Station hari ini merupakan stasiun paling sibuk di Amerika Utara, dan mendapat julukan "Neraka Komuter New York."
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.