Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Foto Proyek Properti Menjual Mimpi, Nyatanya bak Kota Berhantu

Rafida Ulfa , Jurnalis-Senin, 30 Juli 2018 |13:16 WIB
10 Foto Proyek Properti Menjual Mimpi, Nyatanya bak Kota Berhantu
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

JAKARTA – Banyak negara dan pengembang menginginkan pembangunan kota impian dengan papan reklame yang membangun imajinasi indahnya sebuah landmark. Juga dilengkapi dengan iklan di televisi yang sangat masif. Namun, nyata pembangunan bak kota berhantu.

Contohnya, di Pyongyang, ibu kota Korea Utara, sebuah menara piramida yang kosong membayangi kota. Ketika konstruksi dimulai di Ryugyong Hotel pada 1987, pemerintahan Korea Utara membayangkan bahwa itu adalah sebuah cerminan dari kekuatan dan kapabilitas pemerintahannya.

Dengan rencana bangunan setinggi 985 kaki ini, bangunan itu akan menjadi tower terbesar di negara tersebut. Namun, ketika gedung pencakar langit senilai miliaran dolar itu telah mencapai puncak, Korea Utara secara misterius malah mengabaikan proyek itu.

Tentunya, pengembangan megaprojek tersebut sudah salah arah, karena beberapa alasan seperti anggaran yang besar dan waktu kontruksi yang sudah melampaui, desain yang gagal, korupsi,dan kegagalan untuk mengisi unit-unit.

Mari kita lihat ke sebagian megaproyek impian di seluruh dunia namun berujung mengecewakan.

1. Ekpektasi dari Yujiapu China: Pusat finansial yang meniru seperti Manhattan

 

Menurut laporan, pembukaan dari Lincoln Center, rencananya akan membangun distrik finansial di Yujiapu, zona industri pesisir di Area Baru Binhai Tianjin. Terinspirasi oleh Kota Manhattan, dana yang dialokasikan bernilai USD30miliar.

Ketika konstruksi dimulai pada tahun 2009, pengembang mengumbar janji akan menjadikan Yuijapu sebagai pusat finansial, yang dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi, ruang terbuka,dan kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan distrik dengan Beijing. Sangat modern.

 

Realitanya: Sebuah gedung yang terabaikan dan konstruksi yang diberhentikan

 

Konstruksi dari projek tersebut terhenti pada tahun 2014. Pada saat itu, Gao Fei dari Properti Centaline mengatakan bahwa pembangunan sudah "gagal sebelum itu dimulai", menurut China Selatan Morning Post.

2. Membangun Kota Hutan "Surga Impian” di Malaysia dengan penghuni 70.000 orang.

 

Rencananya Malaysia akan memiliki empat pulau buatan. Pengembangnya adalah China Country Garder. Di salah satu iklan, perusahaan menyebutnya sebagai "surga impian bagi semua umat manusia."

Proyek ini senilai USD100 miliar dan bisa mengakomodasi kebutuhan warga hingga tahun 2040. Jika dihitungan, kabarnya pulau tersebut akan memiliki kepadatan yang lebih dibandinkan Manhattan.

Di tahun 2016, kosntruksi dimulai dari bangunan kantor kota, taman, jaringan transit, hotel, restoran, perbelanjaan, sekolah, dan 250.000 unit rumah.

Kenyataannya: Kota hantu dengan tower mewah

Tetapi pada April, hampir 60 pembeli rumah (70%-nya warga China), membatalkan sewanya di Forest City.

3. Ekspektasi dari Gelanggang Kapal di San Francisco, impian lingkungan tepi laut yang relatif terjangkau

Di sudut tenggara San Francisco, mega pembangunan Lennar dan sumber penghasilannya, Five Point, mengubah bekas lokasi uji coba nuklir menjadi lingkungan tepi laut bernama San Francisco Shipyard.

Megaprojek itu berlokasi di lingkungan Hunters Point San Francisco dengan nilai proyek USD8 miliar. Fasilitas di pengembangan itu termasuk perbelanjaan, restoran, bar, ruang terbuka publik, dan rumah-rumah indah yang menghadap ke Teluk. Pembangun mengatakan konstruksi akan selesai pada awal tahun 2030.

Pembangunan kota impian diiming-imingi untuk hunian yang terjangkau di San Francisco, dengan biaya tipikal dari dua kamar tidur senilai USD1 juta. (Rata-rata harga rumah di San Francisco senilai USD1,6 juta, menurut Curbed). Penduduk pertama mulai pindah ke rumah di musim panas 2015.

Realitanya: Area yang dibangun sebagian kini terbungkus dalam gugatan senilai USD27 miliar.

Laporan menemukan bahwa kotraktor pemerintahan sudah melonggarkan pembersihan bahkan sebelum konstruksi dimulai. Artinya sebagian area dekat kondominium, mungkin masih terkontaminasi dengan bahan beracun yang tersisa.

4. Ekspektasi dari Tianducheng: Sebuah replika Paris di China

Di tahun 2017, pembangun mulai membuat replika dari Paris di Tianducheng, China. Kota tersebut dilengkapi replika dari struktur Paris lainnya, seperti Gardens of Versailles.

Bahkan, kota ini memiliki replika seperti Eiffel Tower setinggi 354 kaki, ini 1/3 dari ukuran aslinya- sama seperti bangunan Paris lainnya. Tianducheng didesain dengan kapasitas 10.000 orang.

Realitanya: Kota hantu hanya dengan 2.000 orang

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement