Sekadar informasi, menurut prospektus perusahaan, penjualan perusahaan saat ini masih mengandalkan pasar modern dalam memasarkan produknya. Sekitar 60% hingga 70% beras HOKI dijual di ritel modern sementara sisanya dijual di pasar tradisional atau pasar semi modern di sejumlah daerah di tanah air.
Menurut analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andy Wibowo Gunawan, kinerja HOKI di sisa semester tahun ini diprediksi menanjak. Paruh pertama tahun ini, HOKI berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 9,1% menjadi 764 miliar.
Pendapatan itu ditopang oleh penjualan beras sebanyak 68.213 ton. Angka ini naik 2,5% secara tahunan dari 66.565 ton. Selain itu, harga rata-rata penjualannya juga naik 6,2% dari Rp10,411 per kilogram menjadi Rp11,058 per kilogram.
Meskipun pendapatan naik, HOKI mampu menekan beban usahanya. Tercatat total beban usaha turun 6,1% menjadi Rp37 miliar dari tahun sebelumnya Rp39,44 miliar. Disebutkan, HOKI berhasil melakukan efisiensi, sebab penurunan total beban ini disumbang oleh beban penjualan yang menyusut 21,9% menjadi Rp16,08 miliar dari Rp20,59 miliar.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.