Selain mengawasi kondisi domestik, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pemerintah akan memantau kondisi ekonomi global. Sebab, guncangan ekonomi global bisa memberikan dampak negatif bagi indikator makro Indonesia.
Misalnya, nilai tukar Rupiah yang terjungkal sebagai imbas dari krisis keuangan yang terjadi di Turki. Mata uang Turki, Lira jatuh cukup dalam terhadap Dolar AS sebagai buntut dari penerapan kebijakan kenaikan tarif baja dan alumunium dari Turki, yang tidak dibarengi dengan langkah preventif dari otoritas Turki.
"Kita akan terus waspada dan terus melakukan exercise bagaimana kalau kondisi global menimbulkan dinamika yang jauh lebih tinggi lagi, dan itulah yang harus kita siapkan," ujar Sri Mulyani.

(Dani Jumadil Akhir)