Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu melanjutkan, expenditure switching lainnya yang didorong oleh pemerintah saat ini adalah memperluas penerapan penggunaan solar dengan kandungan minyak kelapa sawit sebesar 20% atau B20 kepada sektor non kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) atau non PSO. Saat ini, penerapan B20 baru terbatas pada sektor PSO.
Dengan penggunaan B20 pemerintah bisa menekan impor solar sekaligus meningkatkan konsumsi minyak kelapa sawit dalam negeri.

"Artinya kita bisa tetap mempertahankan dan menjaga momentum apabila yang disebut switching itu mempengaruhi expenditure kita dari yang tadinya barang impor menjadi barang dalam negeri bisa dilakukan cepat," kata Sri Mulyani.
Mengutip data Bank Indonesia, current account defisit atau neraca transaksi berjalan (CAD) di kuartal II-2018 mencapai USD8 miliar atau 3% terhadap PDB.