JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) untuk memasang teknologi digital pada 5.518 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal tersebut sudah disetujui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).
Pemasangan teknologi nozzle ini dilakukan dalam rangka mengendalikan BBM Bersubsidi dan BBM Khusus Penugasan (Premium) agar lebih tepat sasaran. Sebab, saat ini di SPBU yang dimiliki Pertamina masih belum memiliki teknologi untuk melihat data dari penyaluran BBM subsidi maupun penugasan seperti Premium.
Senior Vice President Coorporate ICT PT Pertamina (Persero) Jeffrey Tjahja Indra mengatakan, lewat penerapan teknologi ini, nantinya pihaknya akan memasang alat di dalam tanah yang dipendam. Alat tersebut untuk melihat beberapa jumlah volume yang disalurkan pada nozzel tersebut.
Menurut Jeffrey, dengan dipasangnya alat tersebut, pihaknya bisa mengetahui konversi jumlah liter yang disalurkan menjadi format elektronik. Nantinya format tersebut akan dikirimkan kepada satu data center.
