nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lelang Tahap II-2018, ESDM Tawarkan 6 WK Migas

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 21:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 13 320 1936047 lelang-tahap-ii-2018-esdm-tawarkan-6-wk-migas-V2usBKqD5S.jpeg Dirjen Migas Djoko Siswanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penawaran enam wilayah kerja (WK) minyak bumi dan gas (migas) tahap II 2018. Dari penawaran tersebut terbagi dari tiga WK eksplorasi dan tiga WK produksi.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menjelaskan, tiga WK yang masih eksplorasi yakni Blok Migas Banyumas, memiliki total area 3.611.98 kilometer persegi dengan potensi cadangan minyak 45 juta barrel per hari (bph). Lalu Blok Migas Andika Bumi Kita (ABK) di Madura dengan luas 8.340.00 kilometer persegi dan berpotensi 250 juta bah, serta Blok Migas Southeast Mahakam di Kalimantan, memiliki total area 1.525.89 kilometer persegi dengan potensi cadangan minyak 50 juta bph.

"WK eksplorasi itu, saat kemarin lelang tahap pertama banyak peminat. Lelang kembali karena badan usaha butuh waktu panjang untuk evaluasi dokumen lelang," jelasnya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Adapun untuk WK yang langsung produksi terdiri dari Blok Migas Selat Panjang, South Jambi B, dan Makassar Strait. Di mana terdapat blok migas tersebut telah berhenti beroperasi pada 2 tahun lalu.

"Selat Panjang sempat produksi tapi masalah hukum jadi stop ratusan barrel per hari. South Jambi B stop karena harga minyak turun, sehingga tidak ekonomis untuk dioperasikan (saat itu)," jelasnya.

Sedangkan untuk Makassar Strait hingga kini tetap beroperasi, namun Chevron enggan menjadi pengelola wilayah kerja itu lagi. Di mana blok migas ini merupakan proyek laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD).

Untuk diketahui, Selat Panjang akan berakhir masa kontraknya pada tahun 2021, sedangkan South Jambi B dan Makasar Strait masa kontraknya akan berakhir di tahun 2020.

Djoko menjelaskan, untuk skema pelelangan WK eksplorasi, penawaran nilai tergantung dari perusahaan sebab belum ada nilai penawaran minimal. Sedangkan, untuk nilai penawaran WK produksi terdapat nilai estimasi komitmen kerja selama 5 tahun.

"Untuk Selat Panjang USD70 juta (estimasi), jadi kalau ada yang nawar USD80 juta paling tinggi ya dia. Kalau untuk South Jambi USD50 juta, lalu Makassar Strait USD50 Juta," sebutnya.

Dia menambahkan, lelang keenam wilayah kerja tersebut mulai dibuka pada Selasa, 14 Agustus 2018. Kontraktor yang berminat bisa melakukan pendaftaran secara online pada website Kementerian ESDM.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini