Share

Miris, Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 19 Agustus 2018 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 19 320 1938613 miris-indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-kedua-4j2jUPTyfz.jpg Foto: Sampah plastik di laut (Okezone)

JAKARTA-Sebagai negara maritim yang mayoritas wilayahnya berupa lautan, Indonesia ternyata masih harus berbenah. Sebab, Indonesia adalah negara dengan sampah plastik di laut terbanyak ke dua di dunia.

Pembina Pandu Laut Nusantara sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia. Padahal, sampah plastik sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh biota laut.

Sampah Ganggu Keindahan Pantai di Desa Suak Timah Aceh Barat

Sementara, masyarakat juga mengkonsumsi ikan sebagai makanan sehari-hari. Untuk itu, Menteri Susi mengagas gerakan Pandu Laut Nusantara yang berisi kegiatan bersih-bersih sampah plastik di pantai.

"Sampah plastik sangat berbahaya, gerakan ini sebagai bagian dari komitmen kita mengurangi 70% sampah plastik di lautan pada 2025," ujar Susi dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (19/8/2018).

Gerakan Pandu Laut Nusantara, menggelar kegiatan menghadap laut di 76 lokasi pantai dari Aceh sampai Papua diseluruh Indonesia. Acara tersebut adalah membersihkan dari laut dari sampah-sampah.

Sampah Ganggu Keindahan Pantai di Desa Suak Timah Aceh Barat

Susi melihat, gerakan menghadap laut menunjukan kepedulian masyarakat pada laut Indonesia. Diharapkan, aksi ini menjadi salah satu gerakan penting dalam menunjang target Bangsa sebagai Poros Maritim Dunia.

"Hari ini kita melihat kepedulian yang luar biasa dari masyarakat Indonesia yang bergerak sukarela di 76 titik dan 28 kapal bergabung di titik titik berbeda," tuturnya.

Menteri Susi pun mengucapkan terimakasih atas bantuan para pihak yang ikut dalam menyukseskan gerakan menghadap laut antara lain kelompok masyarakat,

komunitas masyarakat adat, nelayan, mahasiswa dan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan.

"Termasuk kelompok swasta pelaku wisata, musisi, seniman dan public figure ikut dalam gerakan menghadap laut," pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini