BELITUNG – Pemerintah harus mendorong industri sawit agar dapat terus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.
Ekspor minyak sawit diyakini akan menyelamatkan neraca perdagangan dari ancaman defisit yang membengkak. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, Indonesia membutuhkan industri yang mampu menghasilkan devisa yang tinggi, tapi secara bersamaan juga bisa menyerap tenaga kerja yang besar.
”Kita perlu memperkuat peranan industri yang bisa menutup defisit neraca perdagangan ini. Di sinilah pentingnya industri kelapa sawit,” ujarnya di Belitung kemarin. Joko melanjutkan, industri kelapa sawit harus didorong untuk terus melakukan kegiatan ekspor.
Pada 2017 ekspor minyak sawit menyumbang devisa sekitar USD22,9 miliar dan menyerap tenaga kerja mencapai 17 juta orang. ”Dalam jangka pendek, industri ini bisa mengurangi beban perekonomian,” ungkapnya. Meski begitu, pengembangan industri kelapa sawit tidak bisa terlepas dari konteks perdagangan global.