Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Atas Langit, Menko Luhut Tulis Catatan tentang Pelemahan Rupiah

Ulfa Arieza , Jurnalis-Kamis, 06 September 2018 |18:20 WIB
Dari Atas Langit, Menko Luhut Tulis Catatan tentang Pelemahan Rupiah
Foto: Menko Luhut beri catatan soal Rupiah (Okezone)
A
A
A

Negara-negara itu pun mengancam akan membalas balik tindakan Trump.

"Hal inilah yang menyebabkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi dunia yang mulai membaik akan melambat atau bahkan resesi," tulisnya.

Tiongkok, yang menjadi target utama trade war dari Presiden Trump, telah mendepresiasikan mata uangnya secara signifikan untuk menjaga harga barangnya tetap kompetitif di pasar Amerika Serikat. Dampak depresiasi Yuan terhadap Dolar Amerika, juga memicu depresiasi mata uang negara negara berkembang lainnya.

"Hal ini pula yg menjadi salah satu faktor utama depresiasi Rupiah sejak Maret tahun ini," papar Menko Luhut.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS

Selain perang dagang, lanjutnya, krisis di beberapa negara berkembang juga memiliki pengaruh terhadap pelemahan Rupiah. Turki adalah salah satunya. Inflasi yang hampir mencapai 18%, dan hutang luar negeri yang mencapai 53% dari total GDP menyebabkan tekanan depresiasi terhadap mata uang Lira, yang per 31 Agustus kemarin mencapai 42%. Hal ini kemudian diperburuk oleh rendahnya kredibilitas pemerintah Turki di mata investor akibat intervensi yang dilakukan oleh Erdogan dengan melarang bank sentral untuk menaikkan suku bunga, padahal inflasi sudah melambung tinggi. Selain itu, Erdogan juga menunjuk menantunya sendiri menjadi menteri keuangannya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement