Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tertekan Harga Minyak Dunia, Laba Chandra Asri Turun 33,7%

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Jum'at, 07 September 2018 |14:56 WIB
Tertekan Harga Minyak Dunia, Laba Chandra Asri Turun 33,7%
Foto: Laba Chandra Asri turun (Shutterstock)
A
A
A

Kedua, dari sisi internal perusahaan, Chandra Asri selama 95 hari terhitung Maret—Juni 2018 melakukan shutdown pada pabrik butadienanya karena harus melalui siklus maintenance empat tahunan, sekaligus untuk mengoperasikannya dengan kapasitas baru yaitu 137.000 ton per tahun dari sebelumnya 130.000 ton per tahun.

Terakhir, emiten dengan kode saham TPIA tersebut harus menghadapi pengurangan hari operasional karena penutupan ruas jalan saat menjelang Lebaran.

”Industri petrokimia di manapun di dunia sangat rentan dengan perubahan harga minyak dan kondisi supply and demand. Saat harga minyak naik, bahan baku utama kami yaitu naphta juga mengalami kenaikan,”kata Suryandy.

Berdasarkan catatan perusahaan harga naphta pada kuartal II/2018 meningkat rata-rata 29% menjadi sekitar USD627 per ton. Menurut Suryandy, perseroan tidak dapat langsung menaikkan harga jual karena harus tetap berpatokan pada harga produk petrokimia global. Utilisasi pabrik cracker perseroan pada semester I-2018 yaitu sebesar 97% atau sedikit lebih rendah dari semester I-2017 yang mencapai 98%. Karena dihentikan sementara operasinya, tingkat operasi pabrik butadiene menyentuh 54%, dibandingkan 116% pada semester I-2017.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement