Kenaikan harga bahan baku pun mengerek beban pokok pendapatan perseroan yang pada semester I-2018 mencapai 1,05 miliar, atau meningkat 16,1% dari beban pokok pada periode sama tahun lalu yang sebesar USD903,1 juta. Perseroan membukukan pendapatan bersih dengan tingkat kenaikan lebih kecil dibandingkan dengan beban pokok pendapatan, yaitu 7,6% dari USD1,19 miliar menjadi USD1,28 miliar.
”Meski harga bahan baku meningkat, pada semester I-2018 ini kami masih membukukan margin keuntungan sebesar 18% atau lebih tinggi dari rata-rata industri yaitu 10%-12%. Namun, margin profit itu lebih rendah dari semester I/2017 yang mencapai 24%,” jelas Suryandy.
(Rani Hardjanti)