nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha ke Sri Mulyani: Ekonomi Global Buat Tak Nyaman Berusaha

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 17:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 14 20 1950580 pengusaha-ke-sri-mulyani-ekonomi-global-buat-tak-nyaman-berusaha-uMYTtAn5BL.jpeg Foto: Yohana Artha Uly/Okezone

JAKARTA - Pengusaha di dalam negeri menyatakan gejolak ekonomi global membuat suasana berusaha terasa kurang nyaman. Pasalnya, dinamika perekonomian global berimbas pada kondisi domestik, mulai dari proteksi diri dari negara tujuan ekspor hingga pelemahan nilai tukar Rupiah.

Hal tersebut diungkapkan dalam Seminar Nasional mengenai Peran Serta Dunia Usaha Dalam Pembangunan Sistem Perpajakan dan Menoter yang Adil, Transparan dan Akuntanbel yang dihadiri ratusan pengusaha. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Gejolak ekonomi dunia mulai terasa membuat suasana kurang nyaman dalam berusaha. Beberapa waktu terakhir, pelemahan rupiah cukup signifikan," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani dalam seminar di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Gejolak tersebut juga membuat meningkatnya biaya-biaya dalam negeri. Apalagi dengan adanya proteksi diri dari beberapa negara tujuan ekspor membuat pengusaha kurang nyaman dalam jalankan bisnisnya.

rupiah

Kendati demikian, dirinya melihat pemerintah terus mengupayakan lakukan kebijakan-kebijakan untuk merespons hal ini. Begitu pun dengan Bank Indonesia (BI) dalam mengantisipasi agar dapat meminimalisir dampaknya.

"Kita bisa sama-sama menjaga Rupiah dan ekonomi, tapi di lain pihak kami minta dukungan pemerintah dan BI untuk sama-sama ciptakan suasana kondusif dan kebijakan yang bisa berdampak ke nilai tambah dan efisiensi," pintanya.

Hariyadi juga mengungkapkan, pengusaha cukup khawatir dengan kebijakan-kebijakan yang akan datang. Misalnya seperti kebijakan PPh dan PPN yang hingga kini masih jadi pembahasan.

rupiah

Selain itu, kekhawatiran juga atas pemeriksaan barang impor yang intensif dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Sebab, pemeriksaan dinilai memakan waktu yang banyak untuk menyiapkan berkas sehingga menghambat usaha.

"Mereka tidak khawatir untuk diperiksa, tapi mengenai time consuming dalam menyiapkan data dan hal lain yang membuat suasana tidak nyaman dalam berusaha," ucapnya.

Hariyadi menyatakan, Apindo berkomitmen untuk menjaga fundamental nilai tukar Rupiah. Sebab tak dapat dipungkiri, peran pengusaha dalam stabilitas kurs Rupiah sangat penting, salah satunya melalui penyaluran devisa hasil ekspor (DHE).

"Komitmen kita menjaga Rupiah, kita akan dukung Rupiah. Kita akan upayakan ekonomi kita jadi lebih baik," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini