nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pascagempa, Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Jum'at 21 September 2018 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 21 278 1953666 pascagempa-transaksi-saham-di-ntb-tetap-tumbuh-lhagBiMtNS.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham tetap tumbuh meskipun NTB masih dalam suasana kejadian gempa bumi.”Posisi jumlah investor saham per Juli sebanyak 3.141 investor. Ada tambahan sebanyak 85 investor hingga akhir Agustus," katanya di Mataram, seperti dikuti Harian Neraca, Jumat (21/9/2018).

Dirinya juga menyebutkan, jumlah investor saham dari NTB tercatat sebanyak 3.226 investor hingga Agustus 2018. Angka tersebut bertambah dibandingkan posisi akhir Desember tahun sebelumnya sebanyak 2.042 orang. Total jumlah investor saham yang tercatat di BEI Perwakilan Mataram tersebut belum termasuk produk lainnya.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Menurut Sandiana, tumbuhnya jumlah investor di NTB membuktikan bahwa gempa bumi berkekuatan di atas 6-7 Skala Richter yang terjadi pada 29 Juli-Agustus tidak begitu mempengaruhi minat masyarakat berinvestasi saham.”Secara umum tidak ada pengaruh pascagempa. Beda dengan industri jasa keuangan lainnya karena ada kewajiban debitur. Justru kalau di pasar modal investor punya aset dalam bentuk saham," ujarnya.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Hal yang mempengaruhi transaksi saham, kata dia, adalah kondisi perekonomian global yang disertai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Saat ini, para investor saham terutama yang sudah lama tercatat di BEI, cenderung memilih sikap menunggu sampai situasi perekonomian dunia stabil sehingga mendongkrak nilai jual saham.”Kondisi pasar modal saat ini menurun menyebabkan nilai investasi saham juga cenderung melemah," ungkapnya.

Meskipun demikian, Sandiana menambahkan, pihaknya terus mensosialisasikan gerakan ayo menabung saham kepada masyarakat NTB. Di mana salah satu yang potensial untuk diedukasi adalah para tenaga kerja Indonesia agar hasil kerjanya di luar negeri tidak habis untuk konsumtif.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini