"Saya amati, semua pihak yang menjaga ketahanan pangan ini belum bekerja bersinergi, miris lah negara kita agraris besar masak nuntut pangan impor, itu miris," jelasnya.

Dia menjelaskan, dirinya sangat miris apabila ada seseorang yang bangga makan-makanan produk luar negeri atau impor.
"Saya sebagai orang kampung miris apalagi kalau saya jadi petani, seolah-olah kita tidak berpihak ke petani dan ini belum tentu benar. Bagaimana kita berpikir sinergi membangun ketahanan pangan," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.