Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kumpulkan Ratusan Investor, BKPM Tawarkan Proyek Bandara Komodo

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 25 September 2018 |12:26 WIB
Kumpulkan Ratusan Investor, BKPM Tawarkan Proyek Bandara Komodo
Foto: Taufik Okezone
A
A
A

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan market sounding proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), yakni Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo.

Proyek ini merupakan pengembangan Bandar Udara Komodo melalui skema KPBU dengan kebutuhan total investasi sebesar sekitar Rp3 triliun, yang terdiri dari Rp1,17 triliun biaya capital expenditure (capex) dan Rp1,83 triliun biaya operational expenditure.

Untuk pengembalian investasinya berasal dari tarif layanan pengguna jasa fasilitas bandar udara selama masa konsesi 25 tahun. Proyek ini juga direncanakan akan mendapatkan penjaminan pemerintah (Government Guarantee) melalui PT Penjaminan Infrastruktur lndonesia.

 Baca Juga: Sejarah Bandara Komodo yang Diresmikan Jokowi

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo mengatakan bahwa pengembangan Bandara Komodo, Labuan Bajo dengan skema KPBU ini bertujuan bukan semata-mata untuk membangun sebuah komplek bandar udara internasional secara fisik.

"Tapi untuk menyediakan fasilitas bandar udara yang dapat memberikan pelayanan berkualitas bagi wisatawan mancanegara dan lokal yang akan berkunjung ke Kawasan Pariwisata Komodo selama 25 tahun masa konsesi," kata Wisnu di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

 

Dia menjelaskan bahwa, pemilihan skema KPBU dalam penyediaan infrastruktur ini tidak hanya atas pertimbangan keterbatasan anggaran semata, namun untuk pemanfaatan partisipasi swasta yang memiliki pengetahuan, keahlian dan pengalaman.

"Untuk mewujudkan infrastruktur bandar udara yang lebih berkualitas dengan anggaran yang lebih efisien," jelasnya.

 Baca Juga: Kemenhub: Bandara Komodo Kini Sanggup Layani Boeing 737

Dia menambahkan bahwa market sounding merupakan forum komunikasi antara pemerintah dengan calon investor yang sekaligus untuk mendapatkan masukan (feedback) terhadap penyempurnaan model kerja sama yang ditawarkan oleh pemerintah.

"Oleh karena itu, dalam sesi khusus konsultasi proyek selama 1 jam, para peserta dibagi dalam 3 kelompok kecil agar dapat lebih terbuka menyampaikan pertanyaan ataupun pendapatnya kepada pemilik proyek atau PJPK," ungkapnya.

 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement