Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bandara Komodo 'Dipercantik' demi Pikat Turis

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 25 September 2018 |12:49 WIB
Bandara Komodo 'Dipercantik' demi Pikat Turis
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nur Isnin Istiarto menyatakan, pihaknya saat ini sedang mengkaji potensi pelaksanaan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), pada Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Hal ini dia katakan saat kegiatan kerja sama Kemenhub dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam menyelenggarakan market sounding proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), yakni Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo.

"Bandara Komodo dipilih menjadi pilot project dengan pertimbangan peranannya untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo, di samping pertimbangan potensi daerah sekitarnya yang menawarkan keindahan panorama alam dan kearifan lokal khas Nusa Tenggara Timur," kata Nur Isnin di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

 Baca Juga:

Kumpulkan Ratusan Investor, BKPM Tawarkan Proyek Bandara Komodo

Sejarah Bandara Komodo yang Diresmikan Jokowi

Sementara itu, Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti, menjelaskan bahwa cakupan pekerjaan pembangunan dan pengembangan fasilitas Bandara Komodo dengan skema KPBU ini, di antaranya adalah pembangunan dan pengoperasian bangunan terminal penumpang internasional dan terminal kargo, perpanjangan landasan pacu, dan pemeliharaan fasilitas bandar udara.

"Saya informasikan untuk tahap prakualifikasi proyek akan dilakukan sekitar bulan Oktober 2018," jelasnya.

Dalam acara tersebut, hadir lebih kurang 150 peserta yang meliputi investor yang bergerak di bidang pengelolaan bandar udara, kontraktor, perbankan dan Iembaga keuangan, konsultan serta asosiasi terkait dari dalam dan luar negeri.

 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement