Share

Pelaku Ekonomi Kreatif Dunia Bakal Nongkrong Bareng di Bali

Yohana Artha Uly, Okezone · Selasa 25 September 2018 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 25 320 1955406 pelaku-ekonomi-kreatif-dunia-bakal-nongkrong-bareng-di-bali-xrasxiNLZA.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan menggelar The World Conference on Creative Economy (WCCE). Event internasional tersebut diharapkan bisa semakin mendorong industri ekonomi kreatif di Tanah Air.

Konferensi tersebut akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center, pada tanggal 6-8 November 2018. Adapun tema yang diusung tema Inclusively Creative dengan akan diikuti 1.000 peserta dari dalam maupun luar negeri.

Forum ini nantinya akan membahas 4 isu utama yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menjelaskan, konferensi ini mempertemukan perwakilan dari pemerintah, pengusaha, think tank, komunitas, organisasi internasional, media dan ahli di bidang ekonomi kreatif di dunia.

"Sehingga diharapkan membuka jejaring antar pelaku ekonomi kreatif global sekaligus menghasilkan berbagai masukan untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif sebagai lokomotif perekonomian global," katanya dalam konferensi pers di Resto Kaum, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

 

Dia menjelaskan, tema Inclusively Creative bermakna saat ini tepat bagi masyarakat internasional untuk membahas peluang dan tantangan di dunia ekonomi kreatif, dimana industri kreatif tidak lagi eksklusif bagi mereka yang memiliki modal besar.

"Budaya, ide dan kreatifitas serta dukungan untuk mengkomersialisasikan adalah modal utama dari ekonomi kreatif," imbuhnya.

 Baca Juga: 16 Industri Kreatif Topang Perekonomian Nasional

Menurutnya, industri kreatif telah membentuk sebuah persaingan usaha yang kompetitif, di mana semua orang dapat ambil bagian dalam ekonomi yang sedang berkembang. Geografis juga bukan lagi menjadi penghalang mengingat adanya internet dan teknologi baru lainnya yang memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan bekerja sama.

Dia berharap, konferensi ini dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai katalisator untuk komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya.

"Hal ini dengan memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, dan lokasi geografis," kata dia.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Keberagaman Jadi Kekuatan Industri Kreatif di Tanah Air

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri menambahkan, konferensi ini menjadi kesempatan untuk industri kreatif Tanah Air meningkatkan kapasitasnya.

"Ini upaya meningkatkan kapasitas kita sendiri, memperkuat daya kreatifitas dan daya saingannya. Selain itu juga kitaturut menyumbang kontribusi ke industri kreatid dunia," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Untuk diketahui, sejumlah tokoh nasional dan internasional dijadwalkan akan menjadi pembicara dalam acara ini. Diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Penulis “The Creative Economy” John Howkins, President of China Film Corporation Le Kexi, CEO Buka Lapak Achmad Zaky, Pengarang “Orange Economy” Felipe Buitrago Restrepo, serta CEO dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya.

Bekraf juga membuka pendaftaran untuk para pelaku ekonomi kreatif menghadiri WCCE dengan melakukan registrasi melalui www.wcce.id. Pendaftaran dibuka mulai Selasa, 25 September 2018. Di mana hanya 800 pelaku ekonomi kretif yang akan terpilih untuk dapat menghadiri WCCE 2018 di Bali.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini