nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sindir BPS, Menko Darmin Pertanyakan Data Beras Hanya Sampai 2015

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 14:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 26 320 1955833 sindir-bps-menko-darmin-pertanyakan-data-beras-hanya-sampai-2015-Legeh13Muz.jpeg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyinggung Badan Pusat Statistik (BPS) yang kini tak memiliki data stok beras. Data terakhir yakni yang dirilis pada 2015.

Hal itu diungkapkan saat menghadiri acara Hari Statistik Nasional 2018 di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

"Saya lihat data statistik, ada cabai, bawang itu datanya terakhir 2017, lihat lagi ada jagung, singkong, juga beras ternyata datanya terakhir 2015. Jadi kelihatannya BPS tidak melanjutkan publikasi data pangan dan bahan makanan setelah 2015," ujar Darmin saat memberi sambutan dalam acara.

Baca Juga: Menko Darmin Minta BPS Bisa Siapkan Data Harga Beras Sesuai Jenis

Dia menjelaskan, data ketersediaan beras dibutuhkan untuk bisa menjadi acuan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, dirinya berharap BPS bisa segera menyelesaikan penghimpunan data komoditas beras.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada yang diperbaharui dan diterbitkan, karena harus ada yang menerbitkan data," jelasnya.

Menurutnya, ke depan memang perlu diatur mekanisme agar penerbitan data menjadi wewenang BPS, sebab selama ini data mengenai beras hanya dikeluarkan Kementerian Pertanian. Sehingga ke depan tak perlu lagi memicu polemik akibat data stok beras.

22.500 Ton Beras Impor Asal Vietnam Tiba di Pelabuhan Indah Kiat Merak 

"Data itu selalu ada di kementerian, tapi memang semestinya ke depan ada mekanisme untuk membuat data dan pengoordinasian itu juga ada wewenang BPS bagi Kementerian/Lembaga," katanya.

Menanggapi permintaan Darmin, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, pihaknya akan segera merampungkan data beras. Targetnya akhir tahun ini data bisa dipublikasikan.

"Targetnya, akhir tahun ini," ujarnya di lokasi yang sama.

Baca Juga: Mendag Cerita Banyak Caleg Bagi-Bagi Beras

Dia menjelaskan, hal yang menjadi kendala dalam mendata stok beras yakni peta lahan, sehingga menyebabkan hingga saat ini belum ada data terbaru. Pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk persoalan ini.

Selain itu, BPS juga tengah memperbaiki metodologi serta menggunakan teknologi terkini untuk menghasilkan data yang akurat mengenai ketersediaan beras.

"Kita rapat secepatnya, sekarang petanya masih peta lama jadi tinggal tunggu itu. Dalam tiga tahun ada perubahan lahan baku sawah dan konversi (lahan). Sekarang berusaha memperbaiki metodologi dengan juga menggunakan teknologi terkini," jelasnya.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini