Share

Permintaan Lahan di Kawasan Industri GIIC hingga 100 Hektare

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 26 September 2018 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 26 470 1955812 permintaan-lahan-di-kawasan-industri-giic-hingga-100-hektare-DNccQsUn72.jpg Ilustrasi Lahan : (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Puradelta Lestari Tbk terus mengembangkan Kota Deltamas menjadi sebuah kawasan perkotaan mandiri berbasis industri di timur Jakarta. Didukung dengan fasilitas dan infrastruktur yang komprehensif, perseroan telah mencatatkan marketing sales sebesar Rp561 miliar sepanjang semester pertama 2018, atau sekitar 45% dari target marketing sales .

Capaian marketing sales tersebut, terutama ditopang penjualan lahan industri seluas 21,7 hektare. Capaian penjualan lahan industri tersebut merupakan yang tertinggi di pangsa pasar penjualan lahan industri di Indonesia.

rumah

“Hal ini mengokohkan kembali posisi PT Puradelta Lestari Tbk sebagai pemimpin di sektor pengembang kawasan industri dalam beberapa tahun terakhir,” kata Tondy Suwanto, Direktur PT Puradelta Lestari Tbk. Dia mengemukakan, pihaknya meyakini dapat meraih target penjualan di sisa semester dua tahun ini.

Sebab, saat ini masih ada permintaan lahan industri di kawasan industri GIIC, kawasan industri milik PT Puradelta Lestari Tbk, sebesar 100 hektare. Permintaan yang tinggi itu berasal dari perusahaan automotif maupun non-automotif dan sebagian besar merupakan perusahaan-perusahaan asing.

Baca Juga: Deltamas Catatkan Pendapatan Rp247 Miliar

Menurut Tondy, hal ini mengindikasikan minat investasi asing di dalam negeri masih tinggi. Adapun seiring dengan beroperasinya pabrik-pabrik besar di Kota Deltamas, seperti SAIC GM Wuling dan Mitsubishi, terjadi peningkatan populasi dan perputaran ekonomi yang signifikan dalam dua tahun belakangan ini.

“Meningkatnya aktivitas industri dan populasi kerja telah menarik minat investor, baik para pekerja maupun pelaku bisnis komersial, untuk tinggal dan berinvestasi di Kota Deltamas,” sebutnya.

rumah

Berbagai pelaku bisnis komersial telah membeli lahan komersial di Kota Deltamas untuk membangun fasilitas-fasilitas pendukung hunian seperti rumah sakit, klinik, sekolah, chain restaurant , hotel, dan lain-lain. Saat ini SMK Ananda Mitra Industri telah dibangun dan telah mulai beroperasi di Kota Deltamas.

Di samping itu, Japanese School tengah dibangun untuk memberikan fasilitas pendidikan bagi keluarga ekspatriat Jepang yang tinggal di wilayah Cikarang. Hadirnya Japanese School di Kota Deltamas akan menarik minat para ekspatriat Jepang yang semula tinggal di Jakarta untuk tinggal di Kota Deltamas.

Di samping itu, hadirnya chain restaurant dan fasilitas pendukung modern lainnya juga turut menyemarakkan aktivitas komersial di Kota Deltamas. Di sisi pengembangan kawasan hunian, pada Juli 2018 lalu, PT Puradelta Lestari Tbk telah meluncurkan kluster hunian Naraya Park untuk memenuhi permintaan hunian, khususnya bagi para pekerja industri di Kota Deltamas maupun di wilayah Cikarang secara umum.

Tondy mengatakan, penjualan unit perumahan Naraya Park menyasar kelas ekonomi menengah yang populasinya terus bertumbuh di wilayah Cikarang seiring meningkatnya lapangan kerja.

“Lebih dari 60 persen unit Naraya Park telah terjual sejak diluncurkan pada Juli lalu,” ujarnya. Pada 2017 perseroan juga telah membentuk usaha patungan (joint venture) dengan Panahome Asia Pacific untuk mengembangkan sebuah kawasan hunian seluas 13 hektare berkonsep “sustainable smart town” di Kota Deltamas.

Di samping itu, pada tahun 2018 PT Puradelta Lestari Tbk juga menjual 10 hektare lahannya kepada subdeveloper untuk mengembangkan sebuah kawasan hunian di area Kota Deltamas.

“Tentunya usaha-usaha ini akan mengakselerasi pengembangan Kota Deltamas sebagai sebuah kota terpadu modern yang mengintegrasikan kawasan industri, hunian, dan komersial,” tutur Tondy.

Baca Juga: Gandeng Panasonic, Puradelta Bentuk Perusahaan Patungan

Tondy menambahkan, saat ini nilai properti di Kota Deltamas terus meningkat seiring dengan potensi aktivitas ekonomi dan kemudahan akses di wilayah tersebut. Sementara HK Realty (HKR) mengembangkan H Residence at Soetta berada di kawasan ring satu Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Kawasan ini berkonsep modern dengan fasilitas sky lounge dan river view yang spesial ini akan dibangun dua tower dengan luas hampir 45.000 meter persegi. Dengan kesibukan lokasi Bandara Soetta yang terus meningkat setiap tahunnya, HKR optimis H Residence at Soetta memiliki peluang yang sangat besar untuk berinvestasi, dengan cicilan mulai dari Rp1 jutaan.

rumah

“HKR memberikan banyak alternatif kepada konsumen yang sedang mencari properti, baik end user maupun investor. Kami optimis mampu mengantongi kurang lebih Rp70 miliar untuk transaksi penjualan yang berlangsung pada ajang ini,” tutur Direktur Utama HK Realty Koentjoro. Sementara, untuk pembiayaan, HKR juga menggandeng beberapa bank terkemuka.

Di antaranya Bank BTN yang menawarkan suku bunga rendah sebesar 6,25 % dan HKR memberikan subsidi bunga 2% selama angsuran satu tahun pertama, serta jaminan one day approval untuk pengajuan kredit kepemilikan apartemen dan perumahan yang diminati. Dalam kesempatan tersebut, HKR juga menawarkan paket promo yang sangat menarik.

(Rendra Hanggara)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini