Share

Adaro Komitmen Konversi Dolar ke Rupiah Rp25 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2018 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 03 20 1959105 adaro-komitmen-konversi-dolar-ke-rupiah-rp25-triliun-V519GONMxk.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Beberapa perusahaan kompak untuk mengkonversi Dana Hasil Ekspor (DHE) dari dolar Amerika Serikat (AS) menjadi Rupiah.

Komitmen tersebut tertuang dalam nota Kesepamahaman terkait dengan deklarasi bersama peningkatan transaksi rupiah antara PT Adaro Energy Tbk dengan PT Pertamina (Persero), PT Saptaindra Sejati, PT Pama Persada dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama.

Penandatanganan komitmen itu sendiri dilakukan di depan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Penandatanganan yang dilakukan di Kantor Sri Mulyani itu sendiri dilakukan oleh Presiden Direktur Adaro Indonesia Garabaldi Thohir serta perwakilan dari Pertamina, Saptaidra Sejati, Pama Persada dan Bukit Makmur Mandiri Utama.

 Baca Juga: Konversi Dana Hasil Ekspor ke Rupiah Hanya USD4,4 Miliar

Presiden Direktur Adaro Indonesia Garabaldi Thohir mengatakan, pihaknya bersama mitra sepakat untuk mengkonversi DHE ke Rupiah. Tujuannya adalah guna membantu pemerintah untuk kembali menguatkan nilai tukar Rupiah yang sudah menyentuh angka Rp15.000 per USD.

"Ini semoga impact-nya bisa kasih sesuatu yang positif buat negara. Kalau bukan kita yang konsen siapa lagi. Jadi dengan ini kit sama sama pembayaran transaksi yang tadinya USD, kita sekarang bayar pakai Rupiah," ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Aula Mezzanine Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

 

Apalagi menurutnya, nilai transaksi penggunaan USD yang ditukarkan oleh Adaro mencapai USD1,7 miliar atau Rp25 triliun. Jumlah tersebut menurutnya cukup signifikan untuk kembali menyeimbangkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

"Jadi dengan ini kita sama-sama pembayaran transaksi yang tadinya USD, kita sekarang bayar pakai Rupiah. Amount-nya, setahun kita melakukan pembayaran USD1,7 miliar dan itu kalau dikonversi ke Rupiah, Rp25 triliun," jelasnya.

 Baca Juga: Menko Darmin: Masih Ada 15% Hasil Devisa Ekspor Tak Balik ke RI

Garibaldi bercerita awal mulanya terjadi penandatangan komitmen ini. Menurutnya semua bermula ketika dirinya bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menanyakan mengenai nilai tukar Rupiah yang sudah menyentuh Rp15.000 per USD.

"Ini awalnya memang beberapa pekan yang lalu, salah satu direksi Adaro sempat ketemu sama bu Ani, soal gimana kita berperan aktif sama pemerintah untuk kita hasil dana devisa ekspor kita, kita bisa pakai dan pergunakan dalam negeri dalam bentuk Rupiah," jelasnya.

 

Setelah mendengar penjelasan tersebut saat itu pula pihaknya berinisiatif untuk menukarkan DHE-nya ke Rupiah. Dan insiatif itu juga disetujui oleh para mitra perusahaan seperti salah satunya adalah Pertamina.

"Saya juga berinisiatif saya lihat, di dalam Adaro grup memang pembayaran USD kami ke mitra-mitra kami cukup besar. Maka, kami berinisiatif. Kami sama Pertamina sudah Rupiah, Puma juga, kita ajak Pama dan SIS pembayaran dalam bentuk Rupiah. Kalau bukan kita yang konsen siapa lagi," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini