Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Darmin hingga Menperin Duduk Bareng Cari Solusi Penerapan B20

Giri Hartomo , Jurnalis-Kamis, 04 Oktober 2018 |20:19 WIB
Menko Darmin hingga Menperin Duduk Bareng Cari Solusi Penerapan B20
B20 (Foto: Yohana/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi di kantornya. Dalam rapat koordinasi tersebut, membahas tentang pelaksanaan alias penerapan B20 di lapangan.

Dalam rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Selain itu hadir juga Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana dan para stekholder lainnya.

Baca Juga: Dicecar soal B20, Pertamina Klaim Telah Siapkan 112 Terminal BBM

Ditemui usai rapat, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, rapat kali ini adalah membahas mengenai apa saja yang menjadi kendala pemerintah dalam menerapkan penggunaan B20. Satu persatu pun diteliti termasuk bagaimana distribusi B20 ke daerah-daerah.

"Tentu ini urusannya Logisitik ya saja dari masing-masing perusahaan baik perusahaan BBM, maupun BBN juga termasuk operasionalnya, kapal dan yang lain," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

biodiesel

Sementara itu saat ditanya mengenai kesiapan industri, Airlangga menyebut jika pelaku industri sudah siap seluruhnya. Lagi pula menurutnya, dalam penerapan B20 ini, industri hanya sebagai pengguna .

"Kalau itu tanya sama yang tadi detailnya. Kalau industri pengguna kan yang penting barangnya ada. Kalau barangnya ada ya sudah," ucapnya.

Baca Juga: Pertamina: Pasokan Minyak Sawit untuk B20 Baru 62%

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, rapat tadi adalah bertujuan untuk mencari solusi dari kendala-kendala yang ada di lapangan dalam penerapan B20. Termasuk mencari tahu berapa ketersediaan kapal untuk mensuplay B20 ke daerah-daerah.

"Solusi dari kendala-kendala yang masih ada gitu terutama di suplay changenya. Tapi perkembangannya makin bagus. Mencari solusi kendala operasional. Unbalance-unalance ketersediaan kapal misalkan. Di sana butuhnya 500 kapal yang ada 3.000 misalnya," jelasnya.

 biodiesel

Rida menambahkan, dari hasil evaluasi tadi dapat diketahui jika penyaluran B20 semakin hari sudah semakin baik. Saat ini pemerintah hanya tinggal menyelesaikan masalah-masalah operasional yang ada di lapangan apakah itu dari sisi pasokan, maupun stoknya.

"Tadi enggak nyebut volume tadi mendiskusikan operasional di lapangan saja. Tapi semakin baik suplay change manajemennya," ucapnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement