JAKARTA - Konsultan Properti JLL Indonesia menyebut serapan (okupansi) sektor ritel mulai membaik. Tingkat okupansi mal pada kuartal III-2018 ini mencapai 88,7% dari total 2,9 juta meter persegi mal yang ada di Jakarta.
Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan, mayoritas tenan yang mengisi mal di Jakarta pada kuartal III-2018 ini merupakan sektor makanan dan minuman (Food and Beverages/F&B). Ini untuk mengakomodir kebutuhan generasi milenial yang banyak mengunjungi mal untuk refreshing.
Baca Juga: Okupansi Mal di Jakarta Mulai Penuh, Buktinya Banyak Tenant Baru
Selain itu, sektor fashion juga masih banyak mengisi mal-mal yang ada di Jakarta. Menurutnya, keberadaan online shop atau e-commerce sama sekali tidak memengaruhi minat masyarakat untuk mencari kebutuhan fashionnya di mal.
"Tingkat permintaan pasar ritel yang cukup kuat berasa dari milenial dan keluarga dan tipe tenant masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman, fast fashion dan entertainment," ujarnya saat ditemui di Kantor JLL Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Menurut James, belanja online memang menjadi isu utama penghambat sektor ritel. Sebab online shop menawarkan pembayaran yang mudah dan relatif lebih murah.
Baca Juga: Riyadh Group Sulap Mal Malaysia seperti di Indonesia