nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkuat Bisnis Tambang, Trada Alam Minera Kantungi Kontrak Baru Citra Dayak

Agregasi Kamis 11 Oktober 2018 15:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 278 1962661 perkuat-bisnis-tambang-trada-alam-minera-kantungi-kontrak-baru-citra-dayak-v5JuoVZIbO.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Geliat bisnis industri pertambangan memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). Pasalnya, emiten angkutan jasa pelayaran ini baru saja melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama penggunaan infrastruktur logistik pertambangan dengan PT Citra Dayak Indah. Penandatanganan dilakukan oleh anak usaha TRAM, yakni PT Gunung Bara Utama.

ihsg

Sekretaris Perusahaan TRAM Asnita Kasmy mengatakan, perjanjian ini berlaku dalam jangka waktu tiga tahun hingga 8 Oktober 2021. Adapun volume produksi yang bisa dihasilkan minimal sebesar 700.000 metrik ton per tahun. “Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari rencana perusahaan untuk pengembangan dan perluasan kegiatan usaha pertambangan di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Tidak menutup kemungkinan untuk perluasan sampai ke wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya dikutip dari Harian Neraca, Kamis (11/10/2018).

Disebutkan, kerja sama ini resmi dilakukan pada tanggal 8 Oktober lalu. Kemudian, Citra Dayak Indah adalah perusahaan pertambangan batubara yang memiliki tambang batubara seluas 5.000 hektare di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Sebagai informasi, kesepakatan yang dibuat oleh perusahaan ini melengkapi perjanjian kerjasama TRAM sebelumnya yang telah dilakukan guna meningkatkan kontribusi lini usaha pertambangan.

Baca Juga: Waskita Beton Raup Pendapatan Rp5,02 Triliun per Agustus 2018

Adapun beberapa perjanjian yang sudah dikantongi adalah pada tanggal 14 Juli 2017, GBU menandatangani perjanjian jasa pertambangan batubara dengan PT VPR Laxmindo untuk periode selama 5 tahun yang di mana terdapat opsi untuk diperpanjang selama 3 tahun dengan jumlah total batubara sekitar 5,2 juta ton dan jumlah overburden sebesar 59,3 juta bcm.

ihsg

Pada tanggal 31 Agustus 2017, GBU menandatangani perjanjian jasa pertambangan batubara dengan PT Thiess Contractors Indonesia, untuk periode selama 7 tahun dengan jumlah total batubara sekitar 14 juta ton dan jumlah overburden sebesar 157 juta bcm. Pada tanggal 4 September 2017, GBU menandatangani perjanjian jasa pengangkutan batu bara dan sewa alat berat dengan PT Road Technology Indonesia, pihak ketiga, untuk periode selama 3 tahun.

Baca Juga: Naik 14,5%, Pembayaran Dividen Tembus Rp137 Triliun pada 2017

Pada tanggal 8 November 2012, GBU mengadakan perjanjian jual beli batu bara dengan Peabody Coaltrade Asia Private Ltd. dimana perusahaan berkomitmen untuk menjual 4 juta metrik ton batu bara kepada Peabody pada harga penyerahan yang ditentukan di kemudian hari. Pada 2 Mei 2016 perjanjian tersebut dialihkan kepada Cheviot Investment Ltd. dimana hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan sebelumnya. Sementara,10 November 2017, GBU menandatangani perjanjian jual beli batubara dengan PT Alfa Energi Investasma Tbk dengan jumlah 1,5 juta Ton. Sebelumnya TRAM menargetkan produksi batubara sebesar 3 juta ton per tahun.

Lebih lanjut, berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga semester 2018, pendapatan TRAM naik signifikan menjadi USD93,62 juta dari tahun sebelumnya sebesar USD10,49 juta. Mayoritas pendapatan diraih dari penjualan batubara yang mencapai USD55,67 juta. Disusul oleh pendapatan penambangan sebesar USD26,24 juta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini