nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produksi Melimpah, Harga Minyak Turun 3%

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 08:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 12 320 1962955 produksi-melimpah-harga-minyak-turun-3-PDHuWn0ySh.jpg

NEW YORK - Harga minyak merosot ke posisi terendah karena pasar saham global jatuh. Selain itu, ada sentimen perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS naik.

Melansir Reuters, Jumat (12/10/2018), minyak mentah Brent berjangka turun USD2,83 atau 3,41% menjadi USD80,26 per barel. Setelah mencapai terendah USD79,80, terlemah sejak 24 September.

Patokan global telah mundur setelah mencapai kenaikan tertinggi USD86,74 pada 3 Oktober. Minyak mentah AS Futures West Texas Intermediate (WTI) turun USD2,2 atau 3,01% menjadi USD70,97 per barel. WTI mencapai titik terendah sejak 21 September.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 2% Akibat Pasar Saham AS Tergelincir

Persediaan minyak mentah AS naik 6 juta barel pekan lalu. Administrasi Informasi Energi mengatakan, lebih dari ekspektasi analis bahwa produksi minyak terjadi peningkatan 2,6 juta barel.

"Peningkatan signifikan dalam persediaan minyak mentah adalah refleksi dari kilang-kilang yang turun untuk pemeliharaan," kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew.

Data EIA menunjukan bahwa kilang minyak mentah menjalankan turun 352.000 barel per hari, karena tingkat pemanfaatan turun 1,6%.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 1% Dipicu Penurunan Ekspor Iran dan Badai Michael

Selain karena produksi minyak yang berlimpah, penurunan harga minyak dikarenakan pasar ekuitas AS yang jatuh dan lingkungan risk-off global. Pada hari Rabu, pasar saham AS jatuh, dengan indeks S&P 500 dan Dow Industrials turun karena data ekonomi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga selama tahun depan.

"Sisi permintaan dari persamaan minyak selalu jauh lebih sulit untuk dibedakan daripada sisi pasokan yang lebih transparan dan karena penurunan ekuitas di tengah kenaikan tarif, pasar minyak bisa mulai mendiskon skenario terburuk terkait dengan ekspektasi permintaan minyak," Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengurangi perkiraan pertumbuhan permintaan global untuk minyak tahun depan untuk bulan ketiga berturut-turut, dengan alasan menghadapi ekonomi yang lebih kuat dari sengketa perdagangan dan pasar-pasar berkembang yang bergejolak.

OPEC melihat pasar minyak juga dipasok dan berhati-hati untuk menciptakan kekenyangan tahun depan. Di Teluk AS Meksiko, produsen telah memangkas produksi hingga 40% pada karena Badai Michael.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini