Ekspor Indonesia September Capai USD14,83 Miliar, Turun 6,58%

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 15 320 1964125 ekspor-indonesia-september-capai-usd14-83-miliar-turun-6-58-m9gjojo81A.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada September 2018 mencapai USD14,83 miliar. Angka ini mengalami penurunan 6,58% dari bulan Agustus 2018 yang sebesar USD15,87miliar.

Namun, bila dibandingkan dengan September 2017 maka laju ekspor terjadi penurunan sebesar 1,70% dari sebesar USD14,58 miliar.

"Penurunan ekspor dari Agustus ke September disebabkan dua faktor, karena penurunan ekspor migas dan nonmigas," ujar Deputi Bidang Statistik Yunita Rusanti dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/9/2018).

Baca Juga: Ekspor Naik 12%, Industri Mainan Jadi Andalan

Dari sektor migas turun 15,81% dari USD1,43 miliar jadi USD1,21miliar. Sedangkan sektor nonmigas mengalami penurunan 5,67%, dari USD14,44 miliar jadi USD13,62 miliar.

Dia menyatakan, ekspor Indonesia pada September 2018 masih didominasi oleh sektor industri pengolahan yang berkontribusi 73,37%, kemudian disusul oleh tambang 16,34%, migas 8,14%.

"Sementara industri pertanian masih kecil dengan kontribusi 2,15%," ujarnya

Baca Juga: KEIN: Ekspor Pertanian Bantu Penguatan Rupiah

Sedangkan secara kumulatif, nilai ekspor sejak Januari-September 2018 mencapai USD134,99 miliar. Realisasi ini meningkat 9,41% dibandingkan periode yang sama di 2017 yang sebesar USD123,38 miliar.

Menurut sektor sepanjang 2018 ini, ekspor nonmigas naik 9,29% menjadi USD122,31 miliar dibanding periode yang sama di 2017. Sementara untuk sektor pertambangan USD22,29 miliar bila dibandingkan tahun lalu untuk sektor tambang dan lainnya 31,65%

"Untuk sektor pertanian mengalami penurunan -8,33% yang paling tinggi itu untuk industri pengolahan sebesar USD97,52 miliar mengalami peningkatan 5,71% dibandingkan kondisi Januari September 2017," jelasnya.

Adapun negara tujuan ekspor masih terbesar yakni China dengan nilai USD18,52 miliar. Didominasi batu bara dan CPO. Kemudian disusul Amerika Serikat (AS) sebesar USD13,20 miliar, Jepang sebesar USD12,51 miliar.

 Baca Juga: Menteri Susi: Perang Dagang AS-China Momentum Naikkan Ekspor RI

Untuk negara Asean pangsa ekspor non migas pada Januari hingga September USD26,31 miliar. Uni Eropa USD12,94 miliar.

Adapun eskpor tertinggi berasal dari Provinsi Jawa Barat sebesar USD20 miliar atau 22,76% dengan jenis mesin dan peralatan listrik, printer dan scanner. Disusul Provinsi Jawa Timur senilai USD14,26 miliar atau 10,56% dengan jenis barang perhiasan dan kayu. Kemudian dari Kalimantan Timur dengan komoditas bahan bakar mineral dan minyak kelapa sawit, senilai USD13,67 miliar.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini