nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anda Belum Beruntung, 800 Ribu Pelamar Gagal Daftar CPNS 2018

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 17:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 16 320 1964818 anda-belum-beruntung-800-ribu-pelamar-gagal-daftar-cpns-2018-BqoLagHBUo.jpg Ilustrasi: Foto Setkab

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatatkan hingga ditutupnya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 ada sekitar 4,4 juta orang yang memiliki akun. Sedangkan ada sekitar 3,6 juta orang yang berhasil mendaftar.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, melihat jumlah tersebut ada selisih sekitar 800 ribu akun pelamar yang gagal submit (gagal mendaftar). Adapun gagalnya mereka di sebabkan oleh banyak faktor.

"Pertama jumlah akun pelamar final yang tercatat di SSCN adalah sejumlah 4,4 juta akun, sehingga jika dijumlah ada 800 ribu akun yang gagal submit," ujarnya di Kantor BKN, Jakarta, Rabu (16/10/2018).

Baca Juga: 1,7 Juta Pelamar CPNS Lolos ke Seleksi Kompetensi Dasar

Menurut Ridwan faktor pertama yang menyebabkan peserta itu gagal mendaftar adalah karena masalah data kependudukan. Menurut Ridwan, beberapa pelamar yang gagal daftar karena tidak sesuainya Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga.

 

Yang uniknya, mereka yang mengalami masalah ini seakan pasrah terhadap keadaan. Mereka seperti enggan mengurus kembali persyaratan tersebut karena difikirnya akan memakan waktu lama dan rumit.

"Dari awal sudah sampaikan agar yang enggak beres itu diselesaikan dulu event itu perbedaan nama dulu. Bukan masuk dapat alamatnya kosong nangis-nangis minta riset. Jadi ada temen temen yang tidak terlalu tegar," jelasnya.

Baca Juga: BKN: Total Pelamar CPNS Tahun Ini 3,6 Juta Orang

Lalu yang kedua adalah disebabkan karena kesalahan sang pelamar itu sendiri. Beberapa kasus pelamar ada yang salah dalam mengisi nomor ijazah, hingga mengisi tanggal lahir.

"Kedua kesalahan mereka sendiri. Pilihan jenis kelamin pakai default bottom. Banyak juga kesalahan data tanggal lahir di ijazah," ucapnya.

Lalu yang ketiga adalah karena sedikitnya literasi membaca dari para pelamar. Menurut Ridwan, seluruh arahan semuanya sudah tersedia dalam website SSCN, namun sebagian orang justru kembali bertanya dan bertanya tanpa membacanya terlebih dahulu.

"Kesulitan yang ketiga teman teman milenial mereka adalah tingkat literasi yang kurang. Padahal udah dijelaskan. Tapi Alhamdulillah kita sudah dibantu netizen. Yang saya ingat adalah ketika dia tidak tahu," kata Ridwan.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini