Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terlalu Banyak Skandal, Investor Facebook Tuntut Perubahan

Koran SINDO , Jurnalis-Jum'at, 19 Oktober 2018 |13:54 WIB
Terlalu Banyak Skandal, Investor Facebook Tuntut Perubahan
Facebook (Foto: Reuters)
A
A
A

Dia menambahkan, pihaknya ingin Facebook berkomitmen dalam membantu menyelesaikan masalah nyata. Namun sejumlah ahli menilai desakan tersebut hanya sedikit sekali mengguncang posisi Zuckerberg.

Pasalnya Zuckerberg menggenggam mayoritas saham di Facebook. Orang ke-10 paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes itu memiliki saham kelas B sebesar 89% dengan hak voting hampir sebesar 60%. Facebook juga pernah menyatakan restrukturisasi posisi chairman tidak akan berdampak signifikan.

“Kami memiliki berbagai direktur independen sesuai dengan keinginan seluruh pemegang saham. Kami kira independensi chairman tidak akan memberikan perubahan apa pun selain ketidakpastian,” ungkap Facebook.

Baca Juga: Tahun 2020, Facebook 100% Gunakan Energi Terbarukan

Jajaran Investor

Dengan pengguna lebih dari 2,19 miliar, Facebook menjadi situs jaringan sosial terpopuler di dunia dan perusahaan paling menguntungkan bagi investor dengan return 464,92% sejak IPO. Sampai 25 Juli 2018, kapitalisasi pasarnya sekitar USD631,23 miliar dan firma tercepat yang mencapai nilai kapitalisasi USD250 miliar.

Dalam laporan kuartal kedua (Q2) 25 Juli tahun ini, pendapatan Facebook mencapai USD13,2 miliar, naik dari USD9,3 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya. Saham Facebook sebagian besar dimiliki investor institusi besar, reksadana, dan investor ritel.

Adapun pemegang saham individu berasal dari figur kunci. Pemegang saham kelas A memiliki satu vote untuk setiap saham, sedangkan kelas B memiliki 10 vote. Zuckerberg sendiri juga memiliki saham kelas A sekitar 14,18 juta dan saham kelas B sekitar 441,6 juta.

facebook

Pada akhir Juli, Zucker berg menjual 240.000 saham biasa Facebook dengan harga USD216 atau total USD52 juta. Seperti dilansir whoowns - facebook.com, pemegang saham top Facebook di samping Zuckerberg (28,2%) ialah Accel Partners (10%), Dustin Mos kovitz (7,6%), Digital Sky Technologies (5,4%), Eduardo Saverin (4%), Sean Parker (4%), Peter Thiel (2,5%), Sheryl Sandberg (1%), Microsoft (1,6%), dan Greylock Partners (1,5%).

Kontroversi

Dalam beberapa tahun terakhir, Facebook menghadapi berbagai skandal dan kontroversi, baik sosial ataupun psikologis. Ahli psikologi Timothy A Pychyl dalam bukunya Psychology Today juga prihatin dengan dampak buruk Facebook yang dapat menyebabkan kecemburuan, stres, kurangnya perhatian, dan candu.

Dengan aturan yang lemah, pengguna Facebook juga melakukan banyak pelanggaran etika, termasuk hak cipta, properti intelektual, ujaran kebencian, hasutan pemerkosaan dan terorisme, berita palsu serta aksi kejahatan live streaming.

facebook

Saat ini sebanyak 30 juta pengguna Facebook juga dibobol sekelompok peretas. Pada Maret silam, whistleblower menguak sekitar 87 juta data pengguna Facebook di jual kepada konsultan politik Cambridge Analytica.

Data itu digunakan untuk kepentingan kampanye kelompok politik tertentu. Sesuai dengan aturan hukum di AS, jika terbukti bersalah, Facebook terancam didenda triliunan dolar.

Aplikasi Facebook di android juga dilaporkan mencuri data pengguna selama bertahun-tahun, termasuk data riwayat pesan singkat SMS dan panggilan telepon. Pada Mei lalu, beberapa pengguna android di California menuntut Facebook atas dakwaan pelanggaran privacy tanpa seizin dan sepengetahuan pengguna.

(Muh Shamil)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement